nfl jerseys outlet Al Aqsha Tidak Butuh Anda | KISPA

Al Aqsha Tidak Butuh Anda

Category: Artikel, Berita 12 0

AL-AQSA TIDAK BUTUH ANDA

Oleh:
Ahmad Musyafa’*

Judul tulisan ini sesungguhnya kalimat yang selalu dipesankan para ulama maqdisi. Kalimat yang selalu diulang-ulang dalam berbagai kesempatan edukasi.

Kalau begitu ngapain bantu Masjid Al-Aqsha? Ngapain bantu Palestina? Disinilah persepsi kebanyakan orang. Membantu Palestina karena kasihan. Membela Masjid Al-Aqsha karena solidaritas belaka.

*
Palestina akan merdeka. Baitul Maqdis akan terbebaskan. Masjid Al-Aqsha akan kembali ke pangkuan umat Islam. Dengan atau tanpa peran kita. Allah punya cara-Nya sendiri untuk membebaskannya. Itu janji Allah yang pasti tertunaikan.

ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا (الاسراء: ٧)

“Tatkala datang janji Allah yang terakhir, untuk memburamkan wajah kalian (orang-orang Yahudi), agar mereka (orang-orang Muslim) memasuki masjid (Al-Aqsha) sebagaimana mereka memasukinya pertama kali, serta untuk menghancurkan Yahudi sehancur-hancurnya akibat kerusakan yang dibuatnya”. (QS. Al-Isra’: 7)

Rasulullah (Shallallahu ‘alaihi wasallam) juga mewasiatkan, bahwa di negeri ini terdapat golongan yang dimenangkan Allah. Ditolong Allah (At-Tha’ifah Manshurah) hingga hari kiamat.

Masjid Al-Aqsha menjadi pusaka Nabi Muhammad (shalallahu ‘alaihi wasallam) yang mampu menyatukan umatnya di seluruh belahan dunia. Seperti yang beliau tegaskan dalam pesan nabawinya.

لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود

“Tidak akan terjadi hari kiamat, sampai orang-orang Muslim memerangi Yahudi.”

Kata yang digunakan Nabi Mummmad (shallallahu ‘alaihi wasallam) adalah “Al-Muslimun”, bukan “Al-Filasthiniyyun” ataupun “Al-Arabiyyun”.

Tapi Allah (subhanahu wata’ala) akan menagih kita di akhirat kelak, “Apa yang telah kalian lakukan untuk membela Masjid Al-Aqsha?”. Masjid suci kalian. Tempat Isra Mi’raj nabi kalian. Kiblat pertama kalian.

Kalau melihat langsung saja pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya, bagaimana dengan orang yang mempertahankannya dari penjajahan Zionis?

Kalau niat pergi ke Al-Aqsha untuk shalat dua rakat saja, diganjar dengan ampunan seluruh dosa, bagaimana dengan orang-orang yang tidak henti memperjuangkan kembalinya ke pangkuan Islam?

Maka Al-Aqsha adalah akidah. Memperjuangkannya bukan karena kasihan, tapi menunaikan kewajiban kepada Allah. Merespon panggilan Allah. Kebebasannya mungkin tidak di masa kita. Tapi kita memulainya. Meletakkan pondasinya untuk dilanjutkan generasi kita.

Al-Aqsha tidak butuh kita. Tapi kita yang butuh Al-Aqsha. Kita ingin selamat dari pertanggungjawaban akhirat di hadapan Allah. Kita ingin tergolong dalam kontributor pembebas Baitul Maqdis. Demi mendapat kemuliaan Allah.

اللهم وفقنا الى ما تحب وترضى

*Al-Faqier,
Ketua Mimbar Al-Aqsha Indonesia,
Dept. Keummatan Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis

(mrr)

Related Articles

Add Comment

Breno Giacomini Womens Jersey