Berita

Dalam Sepekan 25 Syahid Diantaranya 3 Bocah dan 3 Wanita

Kispa.org – Gaza

Pusat Hak Asasi Manusia di Palestina (PCHR) mengatakan, otoritas pemerintah Israel telah membunuh 23 warga sipil Palestina, termasuk 3 anak-anak dan 3 wanita di Jalur Gaza antara 2 dan 8 Mei 2019.

PCHR mengatakan hal ini dalam sebuah pernyataan pernya Kamis (9/5) yang menyebutkan, pasukan Israel meningkatkan agresinya di Jalur Gaza selama sepekan terakhir. Mereka melancarkan puluhan serangan udara, penembakan artileri intensif di lokasi-lokasi dan titik-titik pemantauan serta markas besar faksi-faksi perlawanan Palestina.

Serangan tersebut menghantam sejumlah bangunan tempat tinggal di tengah-tengah lingkungan padat penduduk, mengakibatkan sejumlah warga gugur syahid terutama dari kalangan sipil Palestina.

Dia mengatakan, pasukan Israel terus menggunakan kekuatan bersenjata yang mematikan terhadap para peserta aksi damai yang diselenggarakan Badan Nasional Aksi Kepulangan dan Pembebasan Blokade Gaza.

Dia menunjukkan, 14 warga sipil telah gugur, termasuk 3 anak-anak dan 3 wanita Palestina, salah satunya hamil. Ia syahid bersama janin yang dikandungnya. Bahkan ada satu keluarga yang gugur sekaligus semuanya dalam satu rumah. Sementara itu, 111 warga Palestina, termasuk 27 anak-anak, dan 12 wanita masih luka-luka.

Sebelumnya, pasukan Israel membunuh dua warga sipil Palestina dan melukai 99 warga sipil lainya, termasuk 42 anak-anak, 5 wanita dan seorang jurnalis bersama tiga paramedis.

Serangan udara di Jalur Gaza menghancurkan 22 rumah secara total, sebuah bangunan, sebuah masjid, 3 bengkel, mobil, sepeda motor dan restoran.

Sementara itu, di Tepi Barat pasukan Israel masih terus menggunakan pasukanya memberangus aksi demonstrasi yang dilakukan warga yang memprotes kesewenang-wenangan mereka. Mereka mengambil tanah warga untuk proyek pemukiman mereka, mengontrol Al-Quds dan melakukan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga serta dan pengejaran terhadap para petani.

Pusat Asasi Palestina melaporkan, pasukan Israel melakukan aksi penyerangan terhadap warga Palestina dalam satu pekan hingga 62 kalim dua operasi serupa di Al-Quds dan menangkap 48 warga, termasuk 5 anak-anak dan dua wartawan.

Para pemukim Zionis merusak 10 mobil, memukuli 4 kakak beradik. Sementara pasukan Israel mendirikan 92 pos pemeriksaan permanen dan 95 perlintasan di Tepi Barat. Menangkap 8 warga di pos pemeriksaan militer.

Dia menekankan, pelanggaran ini dilakukan ditengah sikap diam internasional atas semua kejahatan ini yang secara tidak langsung telah mendorong Israel dan pasukannya untuk bertindak sebagai pihak yang berada di atas hukum.

Lembaga ini meminta masyarakat internasional agar menghormati resolusi Dewan Keamanan 2334 dan memastikan Israel tunduk pada undang-undang tersebut, terutama Pasal 5 yang mewajibkan siapapun negara di dunia agar tidak berurusan dengan pemukiman Israel.

Dia mendesak Mahkamah Pidana Internasional untuk terus menyelidiki kejahatan Israel di wilayah jajahan, khususnya di wilayah permukiman serta pelanggaran berat mereka di Jalur Gaza.

Ia juga menyerukan Uni Eropa dan semua badan internasional agar memboikot permukiman serta larangan beriinvestasi di wilayah permukiman, sesuai dengan hukum humaniter internasional dan HAM internasional, yang menyebutkan, permukiman sebagai kejahatan perang.

Dia juga meminta Majelis Negara-negara Anggota Statuta Roma untuk membuat Pengadilan Kriminal Internasional yang bisa bekerja untuk memastikan akuntabilitas dan penuntutan terhadap para penjahat perang Israel. (mamd/asy/pip)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top