4 Syuhada Sa’ir Gugur Ditembak, Tepi Barat Murka

Category: Berita 6 0

Kispa.Org (Hebron) : Seluruh warga Tepi Barat marah dan murka atas eksekusi jalanan yang dilakukan penjajah Israel terhadap empat warga Palestina, salah satunya anak-anak dengan alasan berusaha menikam. Jejaring sosial dibanjiri dengan komentar dan status kemarahan atas eksekusi pemuda dan remaja Palestina. Mereka mengunggah gambar para syuhada dari baldah Sa’ir di Hebron, selatan Tepi Barat menyampaikan doa selamat kepada para syuhada dan meminta kepada Brigade Izzuddin Al-Qassam dan faksi perlawanan untuk membalas kejahatan dan pembantaian yang digelar Israel.

“Darah dibalas darah, tak ada balasan bagi pembantaian warga Sa’ir kecuali dengan membunuh pasukan Israel dan warga pemukim Yahudi ekstrim. Brigade Al-Qassam sudah biasa akan membalas kematian mereka dan Allah akan menolong kelompok perlawanan” tulis aktivis Sosmed Mu’taz Natsyah dari Hebron. Sebelumnya, dengan alasan berusaha menikam, pasukan zionis penjajah mengeksekusi mati tiga pemuda Palestina dekat pemukiman Gush Etzion di selatan Bethlehem.

Situs berita Israel 0404 mengklaim, pasukan Israel menembak tiga pemuda Palestina dengan alasan mereka diduga berusaha melakukan serangan penikaman. Akibatnya, tiga pemuda itu langsung gugur syahid (tewas). Kemenkes Palestina menegaskan, ketiga korban syahid adalah Muhannad Ziyad Muhammad Kawazibah, Ahmad Salim Kawazibah, Ala’ Abdu Muhammad Kawazibah semuanya dari baldah Sair, utara Hebron. Kemudian beberapa saat kemudian seorang pemuda keempat Muhammad Shalalidah (16) dibantai Israel di simbang Beth Ainun.

Long March Murka

Di baldah Sa’ir, tempat asal keempat syuhada, ratusan warga turun ke jalan-jalan menggelar aksi longmarch marah mengecam keras kejahatan Israel dan meminta perlawanan Palestina kematian para syuhada Sa’ir. “Kejahatan Israel zionis harus dibalas. Mereka membantai dengan darah dingin. Balasan harus menyakitkan. Tak ada solusi buat Israel. Darah harus dengan darah.”Tegas Khalil Kawazibah, keluarga dua dari empat syuhada. Sementara warga lain menyatakan, darah para syuhada tidak akan tumpah sia-sia. Israel tidak akan hidup tenang sampai mereka terusir dari Palestina. Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islami di Tepi Barat menyerukan rakyat Palestina untuk keluar rumah menggelar aksi unjuk rasa murka di hari Jumat ini sebagai bentuk kesetiaan kepada 4 syuhada baldah Sa’ir. Hamas menyebut bahwa baldah Sa’ir adalah benteng Intifadhah Al-Quds setelah mempersembahkan empat syuhadanya kemarin malam. (aaa/infopalestina)

Related Articles

Add Comment