Blokade Gaza, 10 Tahun Dalam Bencana

Category: Berita 8 0

kispa.org – Badan Inisiatif Nasional Anti Blokade Gaza dan Rekonstruksi (BNABG) mengatakan, Jalur Gaza hidup dalam kondisi bencana akibat berlanjutnya blokade selama 10 tahun.

Israel menerapkan sanksi massal terhadap 2 juta warga Palestina di Jalur Gaza yang disebut Badan Inisiatif sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap UU HAM yang melarang hal tersebut.

Israel menerapkan blokade 10 tahun lalu terhdap Jalur Gaza pasca kemenangan partai Gerakan Perlawanan Islam Hamas dalam pemilu legislatif Palestina. Selama 10 tahun itu diwarnai tiga kali agresi Israel yang menghancurkan luluhkan Jalur Gaza.

Blokade Mencekik

Juru bicara Badan Inisiatif Nasional, Adham Abu Salimah menegaskan dalam konferensi persnya kemarin Ahad (17/1) di kantor media bersama di kota Gaza yang dihadiri oleh koresponden Pusat Infomrasi Palestina bahwa kebutuhan, layanan utama dan kemanusiaan untuk warga sipil di Jalur Gaza terancam akibat blokade yang semakin mengenaskan.

Sebanyak 80% warga di Jalur Gaza menerima bantuan dari lembaga-lembaga internasional dan lembaga sosial namun bantuan itu mengalami gangguan karena penutupan perlintasan dan di seluruh perbatasan Jalur Gaza dan kafilah bantuan dihalangi masuk.

Akibat kondisi di atas, kemiskinan dan pengangguran naik hingga mencapai 40% dan pengangguran mencapai lebih dari 45%.

Adham menegaskan lebih dari 272 ribu warga masih hidup menjadi pengangguran akibat blokade yang menyebabkan kesempatan kerja sangat rendah, penutupan perlintasan, pelarangan masuk bahan kebutuhan pokok, kerusakan besar akibat agresi Israel sebanyak tiga kali selama 10 tahun, dan pemerintah otoritas Palestina lepas tanggungjawab terhadap Jalur Gaza.

Bahkan kini ditambah krisis keuangan Badan Bantuan dan Pemberdayaan Pengungsi Palestina milik PBB (UNRWA).

Pengaruh Agresi Israel

Adham mengatakan, dampak dari agresi Israel ke Jalur Gaza tahun 2014 masih sangat besar hingga sekarang terhadap lebih dari 1,5 juta warga yang merusak lebih dari 150 ribu unit hunian baik total atau persial.

Sampai saat ini ribuan warga hidup terlunta-lunta tanpa tempat tinggal; ada yang tinggal di karavan yang tidak bisa melindungi dari panas dan dingin di kala musim panas dan dingin. Sebagian mereka hidup di rumah sewaan. Selain itu, lebih dari 20 unit hunia dihancurkan secara penuh sehingga lebih dari 100 manusia tanpa tempat tinggal karena arogansi Israel dalam menghalangi masuknya bahan bangunan untuk rekonstruksi.

Perlintasan Rafah

Tentang dampak penutupan perlintasan Rafah, Adham Abu Salmiah mengatakan, penutupan perlintasan menjadi salah satu bentuk blokade dan pencekikan terhadap warga Jalur Gaza. Sejak 24 Oktober 2014, perlintasan Rafah ditutup. Sementara lima perlintasan lainnya yang menghubungan Jalur Gaza dengan Israel sudah ditutup total, kecuali perlintasan Karm Abu Salim untuk barang.

Kesehatan dan Listrik

Di bidang kesehatan, ia menegaskan,Jalur Gaza kekurangan sebanyak 30% dari obat dan 40% kebutuhan alat medis dan sebanyak 70% keluarga Palestina tidak mendapatkan pasokan air secara normal karena listrik mengalami krisis. Dalam sehari hanya 6-8 jam saja listrik beroperasi. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment