Inilah Rencana Israel Bangun Sinagog di Bawah Tanah di Barat al-Aqsha

Category: Berita 6 0

kispa.org – Entitas penjajah Zionis melanjutnya rencananya yang bertujuan untuk merubah sekitar masjid al-Aqsha, yang dekat dan yang melekat padanya, menjadi kompleks sinagog Yahudi sekaligus menghapus dan melakukan yahudisasi monumen-monumen Islam kuno.

Sumber-sumber Zionis – seperti laporan yang dirilis Pusat Urusan al-Quds dan al-Aqsha – mengungkap rencana penjajah Zionis untuk mendirikan sinagog agung Yahudi di bawah pemandian al-Ain yang berjarak beberapa meter di bawah barat masjid al-Aqsha. Para penyandang dana proyek ini berambisi untuk membuka yang pertama pada bulan-bulan musim lembaran Yahudi pada musim semi mendatang.

Menurut sumber-sumber Zionis, penjajah Zionis telah membuat rencana untuk melaksankan proyek ini dalam waktu dekat untuk membangun sinagog Yahudi di atas tanah wakaf Islam dengan mengorbankan peninggalan-peninggalan kuno Islam, dekat situs wakaf pemandian al-Ain di bawah tanah sangat dekat dengan masjid al-Aqsha di sisi barat.

Penjajah Zionis akan melakukan penggalian tambahan di lokasi tersebut sebelum dimulai pembangunan sinagog Yahudi tersebut.

Proyek bernama “Dana Warisan Tembok Ratapan” diadopsi oleh perusahaan pemerintah yang berada langsung di bawah Kantor Perdana Menteri Israel – yang didanai oleh miliarder Yahudi, Yitzhak Tshuva, sementara putrinya yang akan membuat desain engineering sinagog tersebut.

Loksdi pendirian sinagog Yahudi ini pada dasarnya akan mengorbankan aula bersenjarah Mamluk yang terletak di bawah wakaf pemandian al-Ain. Di unjung jalan al-Wad di Kota Tua Jerusalem, hanya beberapa meter dari Tembok Ratapan dan dinding barat Masjid Al-Aqsa, yang juga diklaim oleh penjajah Zionis sebagai aula “di balik dinding kita”.

Pada 16 Juli 2015, melalui gambar dan video, ditemukan aula Mamluk dan jejak peninggalan Islam yang membentang dari periode Umayyah sampai Ottoman, yang digali penjajah Zionis dan dirubah menjadi daerah wisata, museum dan galeri sejarah palsu Talmud.

Kemudian ditemukan tiga koridor yang dipasang pada satu set kolom dan lengkungan, di atas area seluas sekitar 400 meter persegi, hampir berbentuk persegi, di dalamnya ada batu-batu berbagai ukuran yang merujuk kepada periode Islam.

Aula tersebut terpisah dari sekitarnya dengan dinding kayu modern. Aula ini pada ujung timur melekat dengan apa yang disebut “Great Hall” di jalur terowongan Barat. Di pinggiran lantai Aula Barat ada sebuah jendela kaca yang nampak dari bawahnya galian sumur dalam, nampaknya ini merupakan bagian dari jaringan air tua yang digali pada periode Kanaan Arab atau periode Islam lainnya.

Sejak tahun 2002 penjajah Zionis menggali lokasi tersebut dan mengeluarkan sejumlah besar tanah. Dalam sampai saat penggalian terus berlanjut di lokasi-lokasi dekat aula besar tersebut, sebagai bagian dari rencana untuk merubah sebagian besar bangunan dan area wakaf pemandian menjadi pusat yahudisasi besar di atas dan di bawah tanah. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment