Ustadz Ferry Nur: Peduli Terhadap Syam Bukti Keimanan

Category: Kegiatan KISPA 42 0

kispa.org – Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ustadz Ferry Nur mengatakan iman bagi seorang Muslim tidak hanya diucapkan di lisan, tetapi harus dibuktikan dengan perbuatan.

Salah satu bentuk pembuktian keimanan adalah peduli dengan penderitaan kaum Muslimin, terutama umat Islam di Syam yang tengah diserang koalisi Assad dan Rusia.

Namun, dia mengaku heran masih banyaknya umat Islam yang belum memberi perhatian kepada permasalahan di Syam.

“Masih ada orang yang mengaku Islam tidak peduli dengan penderitaan kaum Muslimin di Syam,” katanya saat berorasi pada Aksi Munashoroh Suriah yang diselenggarakan pagi ini di Masjid Al-Furqon DDII Jl. Kramat Raya 45 Jakarta.

Padahal, kata ustadz Ferry, di Syam banyak keturunan para sahabat Nabi SAW mengalami serangan bersenjata rezim Syiah Nushairiyah dan membutuhkan perhatian kaum Muslimin.

“Para keturunan Sahabat Rasulullah saat ini dibombardir. Waktu empat tahun itu tidak sedikit, mereka menghadapi perang,” ungkapnya.

Kendati demikian, ustadz Ferry berharap dan mendoakan kaum Muslimin lainnya diberikan petunjuk oleh Allah untuk peduli dengan penderitaan umat Islam di Syam

Menurut ustad Ferry, peperangan yang dimunculkan Bashar Assad di Suriah juga memberi pengaruh negatif pada perjuangan pembebasan Palestina.

“Akibat ulah Bashar Assad, fokus pembebasan Al-Quds menjadi bias,” cetusnya.

lebih dari itu, ustadz Ferry menekankan bahwa kaum Muslimin di Syam membutuhkan sejumlah bantuan utama.

Bantuan pertama adalah doa. Karena doa merupakan senjata orang beriman. Bantuan dalam bentuk ini tidak boleh dianggap remeh.

“Melalui doa Allah turunkan karomah dan kemenangan kepada mujahidin di front-front terdepan,” bebernya.

Selain itu, kaum Muslimin di Syam juga memerlukan bantuan dana dari kedermawanan kaum Muslimin. Dari bantuan tersebut diharapkan akan mengundang pertolongan Allah bagi penduduk dan mujahidin Syam.

Dalam kesempatan itu, nampak hadir di antaranya Ustadz Abu Jibril (MMI), Ustadz Bahtiar Nasir (AQL), Ustadz Abdul Wahid Alwi (Dewan Penasehat FIPS), dan tokoh muda Muhammadiyah, Mustafa Nahrawardaya. (mrr/kiblat)

Related Articles

Add Comment