Israel Pukul dan Paksa Wanita Palestina Lepas Jilbab di Al-Aqsha

Category: Berita 65 0

Israeli border policeman push Palestinian women during clashes in the Old City of Jerusalem, Monday Oct. 13, 2014. Israeli police clashed with young Palestinian protesters on Monday demonstrating against Jews visiting the Al-Aqsa Mosque compound, Islamís third holiest site, a spokeswoman said. (AP Photo/Mahmoud Illean)

kispa.org – Pasukan Israel melakukan tindakan pemukulan terhadap jamaah tetap penjaga (murabith) Al-Aqsha di salah satu gerbang masjid, Rabu (9/3).

Koresponden Pusat Informasi Palestina mengatakan, pasukan Israel melarang seorang penjaga Hanadi Halwani untuk masuk ke halaman al-Aqsha dari gerbang Asbath meski masa deportasinya sudah berakhir yakni 6 bulan.

Sejumlah satpam masjid Al-Aqsha menegaskan, sebanyak 45 warga pemukim Yahudi menggerebek halaman masjid Al-Aqsha dengan penjagaan ketat polisi Israel sementara jamaah dan peserta pengajian rutin (taklim) menghadang mereka dengan disertai pekinan takbir.

Akibat tindakan Israel ini, situasi di Al-Aqsha terjadi ketegangan.

Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan, timnya hanya menangani satu korban luka saja selama bentrokan di gerbang Asbath. Sementara seorang warga perempuan yang sudah kakek-kakek mengalami luka akibat pemukulan pasukan Israel.

Sementara itu gerbang Amud di Al-Aqsha kemarin pagi terjadi ketegangan yang sama menyusul tindakan pasukan penjajah memaksa seorang perempuan muda Palestina melepas jilbabnya di sana dengan alasan pemeriksaan.

Salah seorang warga Palestina menegaskan – seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Quds Press bahwa pasukan Israel menghentikan perempuan Palestina itu dekat gerbang Amud dan seorang pasukan wanita Israel memeriksa fisiknya.

Pasukan wanita Israel itu memaksa perempuan Palestina itu melepaskan jilbabnya di depan warga. Namun perempuan Palestina itu menolak sehingga terjadi ketegangan dengan warga Palestina yang ada di sana.

Perempuan itu sempat meminta kepada pasukan Israel yang laki-laki untuk menjauh namun mereka menolak. Sempat tejadi adu mulut. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment