KISPA Dukung Indonesia Boikot Produk Israel

Category: Berita 38 0
Kispa.Org (gontornews) – Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) mendukung sikap pemerintah yang menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memboikot produk-produk Israel. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Luar Biasa yang digelar di Jakarta 6-7 Maret 2016.
Ketua KISPA Ust.Ferry Nur kepada gontornews menegaskan, dalam tataran politik internasional KISPA sangat mendukung seruan itu apalagi dikeluarkan dalam forum KTT OKI yang Luar Biasa. Namun yang disayangkan adalah juru bicara presiden yang membiaskan pernyataan OKI tersebut. Ini yang membuat “kegaduhan” sehingga menteri luar negeri dan menkopolhukam melakukan klarifikasi. “Jadi boikot itu bukan masalah kebijakan saja tapi juga produk Israel itu harus diboikot,” ujarnya kepada Gontornews.com di Jakarta (16/03).
Ustadz Ferry menjelaskan, pernyataan boikot produk Israel ini perlu didukung dengan kebijakan sehingga masyarakat bisa ikut berpartisipasi melawan penjajah Israel. Selain bisa dilaksanakan masyarakat, hal ini supaya tidak menimbulkan dampak di bawah dan kegaduhan dikalangan masyarakat. “Saya yakin kita bisa beralih kepada produk-produk lain yang lebih baik,” tutur pria yang pernah ikut rombongan Kapal Mavi Marmara ini.
Masalah produk-produk yang diboikot ini, ujar Ferry, sebenarnya di Eropa, Amerika, dan beberapa negara lain sudah dipulikasi. Misalnya situs bdsmovement.net merilis beberapa produk yang perlu diboikot antara lain Soda Stream (perusahaan air mineral), Mapal Plastics (pabrik gulungan kemasan), Eden Springs Water (perusahaan penyedian air kemasan), Arava (perusahaan pengekspor sayur, buah dan makanan organic), dan G4S (perusahaan keamanan/sekuriti).
Namun sampai saat ini, lanjutnya, pemerintah belum secara resmi membuat daftar list produk-pruduk yang perlu diboikit. “Agar ada kebersamaan dalam hal ini, hendaknya pemerintah menyampaikan kepada masyarakat produk-produk yang disepakati pertama untuk diboikot,” ujarnya.Rilis resmi pemerintah Indonesia bisa menjadi gaung yang kuat untuk menekan Israel. Disamping itu, kebijaan ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan politik internasonal, setelah diadakan KTT OKI Luar Biasa di Jakarta. “Ini gaungnya akan lebih besar dan akan lebih membangkitkan semangat spirit bagi perjuangan rakyat Palestina,” tandasnya.
Seperti diketahui, KTT OKI Luar Biasa di Jakarta 6-7 Maret 2016 melahirkan Deklarasi Jakarta. Pesan penting dari 16 butir Deklarasi Jakarta antara lain, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mendukung boikot terhadap produk-produk yang dihasilkan di dalam atau oleh wilayah pemukiman ilegal Israel. Seruan kepada masyarakat internasional ini dimaksudkan untuk memperkuat sikap OKI sejak KTT OKI di Mekkah tahun 1981 dan OKI di Kuwait tahun 2015. [aaa/gontornews.]

Related Articles

Add Comment