Donald Trump : “Tidak ada seorang pun yang paling loyal kepada Israel melebihi saya”

Category: Berita 90 0

kispa.org (Gaza): Gerakan Hamas mengecam statemen-statemen rasis yang keluar dari para kandidat presiden Amerika soal pengkultusan Israel dengan mengorbankan hak-hak Palestina.

Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri menegaskan dalam statemennya yang diterima Pusat Informasi Palestina hari ini Rabu (23/3) bahwa persaingan sengit antara untuk mendukung Israel dan memusuhi bangsa Palestina merupakan aib riil dalam politik Amerika dan melecehkan bangsa Palestina dan bangsa Arab serta Islam.

Mereka dinilai berlomba mendukung Israel dan memusuhi bangsa Palestina. Kandidat dari partai Republik, Donald Trump menyebut dirinya sahabat Israel nomer wahid dalam sebuah debat kandidat. “Tidak ada seorang pun yang paling loyal kepada Israel melebihi saya” tegas Trump.

Bahkan ia berniat memindahkan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Jerusalem saat dirinya menang pemilu. Sementara pesaingnya, berusaha menyerangnya dengan meragukan loyalitas Trump terhadap Israel. Senator Tedkruz menyatakan, “Soal Israel, Trump pernah bilang dirinya ingin tidak berpihak”.

Calon dari partai Republik laik, Marco Rubio mengatakan, bahwa Trump tahu politik yag akan dilakukan anti Israel. Rubio menyebut Palestina sebagai teroris dan pembunuh. Dia sendiri mendapat dukungan dari lobi yahudi dalam pemilu kali ini.

Dari kubu partai Demokrat, Hillary Clinton berjanji akan membela Israel dan sering menyerang pesainya dengan menggunakan unsur Israel. Senin lalu, Hillary mengatakan, Amerika tidak butuh presiden netral dalam hubungan dengan Israel. Menurutnya, keamanan Israel tidak bisa dirundingkan lagi. (aaa/infopalestina)

Related Articles

Add Comment