Israel Putus Aliran Listrik ke Palestina

Category: Berita 9 0

pembangkit di gazakispa.org – Perusahaan listrik milik Israel memutus aliran listrik ke sebagian besar wilayah Tepi Barat, Palestina, sejak Senin (4/4). Bahkan, otoritas Israel mengultimatum akan terus melakukan pemutusan serupa dalam dua pekan mendatang.

Dalihnya, warga Palestina masih berutang hingga 460 juta dolar AS terhadap The Israel Electric Corporation. Perusahaan itu sebelumnya telah mengurangi pasokan listrik ke Bethlehem dan Jericho hingga 50 persen.

“Manajemen perusahaan menekankan akan melakukan segala cara untuk menagih utang mereka (warga Palestina). Kami tak mau lagi utang bertambah terus,” demikian pernyataan resmi The Israel Electric Corp, seperti dilansir Associated Press, Senin (4/4).

Seperti diketahui, otoritas Israel mengaliri listrik ke wilayah Palestina melalui sejumlah perusahaan listrik yang beroperasi di wilayah Palestina. Tahun lalu, Israel juga telah memutus aliran listrik ke sebagian besar area Tepi Barat dengan alasan yang sama: utang pelanggannya.

Pihak perusahaan listrik yang beroperasi di Palestina menganggap keputusan ini merupakan tekanan politis. “Kami telah berupaya sekuat tenaga agar tidak sampai aliran listrik putus. Tapi jelas-jelas ini (pemutusan aliran listrik) adalah kebijakan politik,” kata salah seorang direktur bagian distribusi The Jerussalem District Electricity, Hisham Omari, kepada AP, Senin (4/4).

Hisham menegaskan, akibat ulah pemutusan listrik ini, sejumlah rumah sakit di Palestina terganggu. Hal yang serupa juga terjadi di wilayah Gaza. Ditambah lagi, penjagaan ketat aparat militer Israel terhadap penduduk lokal.

Zakareya Bakr, sebagai kepala persatuan nelayan Gaza, mengungkapkan kekesalannya. Dia menilai, polisi perairan Israel telah berlaku sewenang-wenang membatasi wilayah tangkapan ikan bagi para nelayan Palestina.

Sesudah perang delapan hari dengan Hamas pada 2012 silam, otoritas Israel mengklaim batas bagi para nelayan lokal untuk beroperasi, yakni tak bisa melebihi enam mil dari bibir pantai. “Mencari ikan di perairan enam mil seperti mengail di kolam renang,” ujar Shaker Salah, nelayan Palestina.

Dari 280 perahu nelayan, ungkap Zakareya, hasil yang ditangkap hanya rata-rata 8 kilogram ikan. (mrr/rol)

Related Articles

Add Comment