7 Ribu Roket Diluncukan Dari Gaza ke Pangkalan Militer Zionis Selama 15 Tahun

Category: Berita 14 0

roket gazakispa.org – Laporan Zionis menyebutkan, sebanyak 7160 roket Palestina dilesakkan dari Gaza menghantam pangkalan-pangkalan militer Israel di wilayah jajahan sejak tahun 2001 hingga 2015.

Sumber televisi Ibrani Chanel 2 dalam laporannya menyebutkan, roket pertama yang dilesakkan Palestina ke pemukiman Israel yang berdekatan dengan Gaza seperti sekarang ini terjadi pada tahun 2001. Peta ancaman bagi Israel sejak tahun tersebut berubah total, apalagi menyusul bertambahnya jarak jangkauan roket-roket Palestina tersebut, yang sebelumnya hanya beberapa kilometer saja, kini telah mencapai puluhan kilometer.

Palestina telah membuat babak sejarah baru dalam perkembangan persenjataan mereka. Jangkauan roket Al-Qossam yang merupakan buatan lokal terus bertambah jarak jangkauannya, maka tentu bertambah pula bahayanya bagi Israel. Oleh karena itu, pemerintah Zionis dalam hal ini terus meningkatkan kemampuan pertahanan dirinya dengan mengembangkan Iron Dome pertahanan udara. Namun brigade Al-Qossam, sayap militer gerakan Hamas juga terus mengembangkan kemampuan roketnya, dimulai Qossam 1, Qossam 2, Qossam 3, hingga mampu mengembangkan roket Grade dan Muqadimah dan Ja’bari.

Menurut situs ini, Brigade Al-Qossam kini memliki roket dengan daya jangkau 160 kilometer. Dengan jarak ini, maka roket Al-Qossam mampu menembus kota Haifa, utara Palestina wilayah jajahan. Israel pun telah memasang jaringan serine pengaman sebagai peringatan dini, dalam jarak tiga menit dari kejadian, tergantung jarak.

Menurut laporan, Qubbah Besi atau Iron Dome mampu menangkal roket-roket Palestina jarak pendek, sedang dan jauh. Lebih dari 1200 roket Palestina dapat ditangkis oleh alat ini sejak tahun 2011.

Menurut mereka, roket-roket Palestina memiliki ciri tergantung siapa yang mengeluarkan. Misalnya roket Hamas berwarna hijau dan merah, sementara Jihad Islam berwarna Merah dan kuning, sementara brigade Al-Aqsha berwarna kuning dan hitam. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment