Zionis Israel Takut Gerakan Aksi Pemboman Intifadah Jilid II Tahun 2000 Terulang

Category: Berita 12 0

kispa.org – Penulis dan analisi Yahudi Yoni Ben-Menachem memperingatkan bahwa serangan bom bus yang menimpa 21 warga Yahudi pada tanggal 18 April kemarin adalah bagian awal dari rangkaian serangan yang akan dilancarkan pejuang Palestina dalam gerakan Intifadah jilid III.

Pernyataan ini dikatakan Yoni Ben-Menachem dalam wawancaranya di stasiun televisi Berita Satu Zionis Israel pada hari Senin (15/04) kemarin, mengenai situasi keamanan di wilayah Tepi Barat pasca meletusnya gerakan Intifadah jilid III Palestina pada awal Oktober tahun 2015.

“Aksi bom yang dilakukan oleh Abdul Hamid Mohamed Abu Sarur mengingatkan kita pada aksi bom bunuh diri yang dilakukan para pejuang Palestina di gerakan Intifadah jilid II lalu,” ujar Yoni Ben-Menachem seraya memperingatkan dimulainya peningkatan perlawanan yang dilakukan para pemuda Palestina dalam gerakan Intifadah.

Sejarah telah membuktikan bahwa tahun 2000 sampai 2002 adalah periode terburuk sejarah Zionis Israel, dimana penjajah Zionis Israel tidak dapat berbuat banyak untuk menghadapi aksi bom yang dilakukan para pemuda selama Intifadah jilid II berlangsung.

Yoni Ben-Menachem melanjutkan, “Pemberontakan yang dilakukan pemuda Palestina di wilayah Tepi Barat secara tidak langsung akan memancing konfrontasi militer dengan pejuang Palestina di Jalur Gaza. Hal ini dikarenakan Zionis Israel menuding Hamas dan kelompok pejuang lainnya sebagai provokator aksi pemberontakan.”

Yoni Ben-Menachem yakin bahwa pemerintah Zionis Israel akan mengambil keputusan keamanan strategis terkait bagaimana cara memadamkan gelora Intifadah jilid III di wilayah Tepi Barat dan Al Quds, serta Jalur Gaza, Palestina. (mrr/eramuslim)

Related Articles

Add Comment