Nakbah Masing Berlangsung, 290 Warga Tepi Barat dan Al-Quds Diusir ke Gaza Sejak 2000

Category: Berita 6 0

warga gaza berjalan di reruntuhankispa.org – Data lembaga HAM menegaskan, pemerintah penjajah Israel selama 14 tahun terakhir (sejak 2000) mengusir paksa 290 warga Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds ke Jalur Gaza. Mereka menggelar unjuk kemarin Selasa (10/5) di kota Gaza menuntut dikembalikan ke kampung halaman mereka.

Ketua Divisi Studi dan Dokumentasi di Badan Pemerintah untuk Urusan Tawanan dan Eks Tawanan, Abdul Nashir Farwanah bahwa sebagian besar warga terusir tidak diizinkan kembali ke kampung halaman mereka.

Farwanah menjelaskan dalam pernyataan persnya kemarin, perintah pengusiran oleh Israel mendapatkan persetujuan dari badan hukum zionis sehingga ini merupakan operasi politik sekaligus keamanan.

Ia menilai pengusiran warga Palestina secara paksa atau suka rela baik di dalam wilayah Palestina atau di luar untuk waktu tertentu atau selamanya merupakan tindakan sanksi sangat berbahaya dan melanggar hukum internasional apapun alasannya dan dianggap kejahatan perang.

Pakar hukum Palestina ini menilai politik Israel ini merupakan sanksi kepada personal atau kelompok (keluarga) yang bisa menciptakan persoalan politik, ekonomi, kejiwaan, dan sosial yang sulit diselesaikan.

Di antara warga yang terusir adalah kelompok Gereja Al-Mahdi di Jalur Gaza yang kemarin menuntut kembali ke kampung halaman mereka setelah 15 tahun diusir. Mereka menggela unjuk rasa di perwakilan UNESCO PBB di Gaza. “Kami meminta presiden Abbas untuk berusaha mengembalikan kami”.

10 Mei bertepatan dengan pengusiran 38 warga Palestina ke Jalur Gaza dan Eropa sesuai dengan kesepakatan Otoritas Palestina dan Israel untuk mengakhisi blokade Israel terhadap gereja Al-Mahdi di Betlhem yang berlangsung selama 39 hari. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment