Peringati Freedom Flotilla, Parlemen Palestina Sidang Khusus di Laut

Category: Berita 16 0

bersidang di lautkispa.org – Dewan Legislatif (Parlemen) Palestina pada hari Rabu (1/6) menggelar sidang khusus dalam rangka memperingati serangan terhadap Armada Kebebasan “Freedom Flotilla” dan berlanjutnya blokade atas Jalur Gaza. Sidang digelar  di “dermaga para nelayan” di pantai laut Gaza.

Wakil Ketua Dewan Legislatif Palestina Dr. Ahmad Bahar dalam pidato pembukaan sidang meminta kepada dunia untuk membebaskan blokade dan mendirikan pelabuhan laut untuk Jalur Gaza.

Dia juga memperingatkan penjajah Zionis akan terjadinya ledakan yang akan datang. Dia mengatakan, “Entitas Zionis harus tahu bahwa berlanjutnya blokade dan tekanan pada Jalur Gaza serta membuatnya kelaparan, hanya akan mendatangkan bencana dan kehancuran.”

Bahar menyatakan bahwa sidang di pelabuhan Gaza ini dilakukan dalam rangka memperingati lima tahun pembantaian terhadap armada kebebasan (Freedom Flotilla) dan kapal Marmara oleh pasukan komando angkatan laut penjajah Zionis di laut Mediterania saat dalam perjalanan ke Gaza dalam ranga untuk membebaskan blokade. Serangan ini mengakibatkan 9 relawan Turki gugur dan puluhan relawan lainnya terluka.

Dia menyatakan bahwa blokade yang diberlakukan terhadap rakyat Palestina dan penderitaan sehari-hari yang dialaminya merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, kemanusiaan, perjanjian Jenewa IV dan prinsip-prinsip HAM.

Dia mengatakan, “Blokade laut, darat dan udara terhadap Jalur Gaza telah mengakibatkan kehancuran pada tingkat ekonomi dan kemanusiaan. Berdasarkan data dokumentasi, 40% penduduk Gaza hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara itu tingkat pengangguran mencapai 45% pada tahun 2015 lalu.

Dia menambahkan, “Gerbang Rafah tetap ditutup sepanjang tahun 2015 dan hanya dibuka 24 hari saja. Lebih dari 30 ribu Palestina dari kalangan pasien, pelajar/mahasiswa, pemegang izin tinggal di luar negeri dan kasus-kasus kemanusian, menunggu dengan sabar dibukanya gerbang bagi mereka untuk bisa menyeberang lewat Mesir.

Sejak pertengahan tahun 2007, penjajah Zionis memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza. Semua perlintasan dan pintu perbatasan yang menghubungkan Jalur Gaza dengan dunia luar melalui Mesir atau wilayah Palestina terjajah 1948 ditutup, kecuali dibuka sebagian saja untuk pasokan beberapa barang dan lalu lintas beberapa orang saja. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment