“Yerusalem 2020”, Proyek Zionis yang Mengancam Eksistensi Palestina

Category: Berita 22 0

kispa.org – Pakar dan spesialis urusan permukiman Yahudi, Khalil Tefkaji, mengatakan bahwa percepatan dalam pembangunan permukiman-permukiman Yahudi sebagai bagian dari rencana Zionis “Yerusalem 2020” adalah untuk memperluas perbatasan pemerintah kota Zionis di al-Quds dan pendirian negara Zionis serta membatalkan bandara al-Quds di daerah Qalindia di utara kota.

Khalil menambahkan, “Proyek Zionis ini untuk memperluas permukiman-permukiman yang berdiri di dua bagian utara dan barat kota al-Quds. Hal itu untuk melaksanakan rencana besar penjajah Zionis dalam rangka melakukan yahudisasi kota al-Quds, serta memperluas lingkup perbatasan pemerintah kotanya sampai kepada pendirian negara Yahudi.”

Dia menjelaskan, “Percepatan dalam pembangunan permukiman-permukiman Yahudi adalah bagian dari rencana ‘Yerusalem 2020’, yang akan menggabungkan 58 ribu unit rumah permukiman.” Dia menambahkan, “Pasukan penjajah Zionis melakukan proyek-proyek permukimannya dalam membangun unit-unit perumahan secara bertahap dan cepat agar jumlahnya lebih banyak dari apa yang diumumkan secara terang-terangan.”

Dia mengisyaratkan kepada sebuah proyek Zionis yang berbahaya dengan membangun 15 ribu unit permukiman di sekitar Qalindia. Tujuannya adalah untuk melenyapkan bandara kota al-Quds yang menunggu negara Palestina merdeka. Dia menilai proyek Zionis ini adalah sebuah tahapan dari rencana untuk menghabisi penduduk Arab di kota al-Quds, untuk membuat peta baru di lapangan. (aaa/infopalestina)

Related Articles

Add Comment