16 Lembaga PBB Serukan Pasokan Bahan Bangunan ke Jalur Gaza

Category: Berita 15 0

kispa.org – Lembaga-lembaga milik PBB di tanah Palestina pada hari Senin (29/8) menyerukan pasokan bahan bangunan tanpa putus dan dengan intensitas yang tetap ke Jalur Gaza. Di samping penambahan dana yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan bagi para penduduk Jalur Gaza.

Seruan ini disampaikan dalam laporan yang diterbitkan 16 lembaga milik PBB bertepatan dengan peringatan tahun kedua gencatan senjata yang disepakati pada 26 Agustus 2014 lalu antara perlawanan Palestina dengan penjajah Zionis yang dimediatori oleh Mesir.

Laporan ini mendokumentasikan kemajuan kolektif yang dicapai lembaga-lembaga PBB dalam dua tahun ini dan juga beberapa tantangan yang masih menghalangi upaya pemulihan dan rekonstruksi.

Laporan ini mengatakan bahwa “perang Zionis” terakhir ke Jalur Gaza telah menewaskan tidak kurang dari 1400 warga sipil Palestina dan 6 warga sipil Israel, disamping melukai lebih dari 11200 warga Palestina dan terlantarnya 100 ribu warga Palestina. Laporan ini menyatakan presentasi anak-anak dan wanita lebih dari 60% dari total yang meninggal dan terluka di Jalur Gaza.

Menurut prediksi PBB, sampai sekarang sudah direkonstruksi separuh rumah-rumah yang terkena dampak sebagian dan sepertiga rumah yang hancur. Semua itu berkat upaya yang dikerahkan pemerintah Palestina dan lembaga-lembaga PBB serta NGO-NGO, pihak-pihak donor dan sektor swasta terutama para keluarga sendiri.

Laporan ini menambahkan, semua rumah sakit dan klinik sudah diperbaiki yang jumlahnya mencapai 78 fasilitas, di samping sekolah-sekolah yang rusak, yang jumlahnya mencapai 252 sekolah. Sementara itu sekarang ini masih dikerjakan rekonstruksi insfrastruktur sektor kesehatan dan pendidikan yang hancur total.

Laporan lembaga-lembaga PBB ini mengingatkan bahwa sebagian besar penduduk Jalur Gaza terkena dampak akibat kehancuran luas yang terjadi pada infrastruktur yang ada terhadap situasi ekonomi yang pada dasarnya sudah hancur.

Disebutkan bahwa kemajuan masih lambat terutama pada sektor-sektor produksi seperti pertanian. Hal itu disebabkan oleh kurangnya pendanaan dan pembatasan yang diberlakukan terhadap pergerakan manusia dan transportasi barang.

Para donatur negara-negara Arab dan internasional pada Oktober 2014 lalu berjanji memberikan bantuan 3,5 milyar dolar untuk membantu Jalur Gaza. Namun, laporan lembaga-lembaga PBB mengonfirmasi hanya 40% dari janji tersebut yang direalisasikan hingga April 2016. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment