Konferensi Palestina-Turki Pertama Digelar di Istanbul

Category: Berita 28 0

kispa.org – Ahad pagi (4/9), di kota Istanbul Turki digelar konferensi Palestina-Turki dan sejumlah isu nasional merangkul semua warna politik Palestina tanpa membeda-bedakan atau netral.

Konferensi Palestina-Turki ini sangat menarik dilihat dari sisi kiprah Palestina di Turki. Maka acara ini sejatinya untuk menyatukan semua upaya untuk membantu para imigran Palestina di Turki, tidak terpengaruh dengan warna perbedaaan politik mereka.

Acara ini diikuti lebih dari 25 lembaga Palestina yang beroperasi di Turki. Panitia mengambil tema konferensi ini dengan nama “Pengungsi Kembali” dan sudah dicanangkan sejak 2 September dengan mengikutsertakan para aktivis Palestina dari Turki maupun luar.

Kompas Palestina

Dalam sambutannya, dubes Palestina untuk Turki, Faid Mustafa mengatakan, “Kita tahu masalah Palestina punya tempat khusus dalam agenda Turki. Kesepakatan Turki-Israel tidak akan berpengaruh negatif terhadap masalah Palestina”, ungkapnya.

Dengan berakhirnya penjajahan Israel, maka berakhir pula semua penderitaan bangsa Palestina. Persatuan naaional merupakan ujung tombak kita dan merupakan kompas bagi masalah kita. 70 tahun konflik dengan Israel tidak membuat bangsa Palestina melepaskan, prinsip dan hak-haknya nasional terutama hak kembali.

Hari ini mereka berkumpul bersatu padu seperti satu tubuh. Hari ini kita menerjemahkan rangkaian kerja dan pertemuan antar lembaga sipil Palestina di Turki. Hari ini kita benduk peradaban baru dalam paradigma baru menghadapi masalah Palestina berkeadilan.

Konflik dengan Israel

Ketua inisiatif Palestina Mustafa Barghutsi memuji sikap Bangsa Turki dan perjuangannya. Apa yang terjadi pada kapal Mavi Marmara tahun 2010 lalu merupakan momen untuk menyatukan darah bangsa Palestina dan Turki.

Di Turki terdapat 1500 keluarga Palestina dengan jumlah kesuluruhan 5000 jiwa. Kebanyakan tinggal di Istanbul, 200 orang memiliki perusahaan khusus di sana. 150 dokter dan lebih dari 50 orang bekerja di sejumlah perusahaan Turki. Diperkirakan jumlah pengungsi Palestina yang melarikan diri Suriah mencapai 100.000 ribu orang, sebagaimana disebutkan kelompok kerja Palestina untuk Suriah. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment