Laporan PBB: 25% Anak Gaza Butuh Support Psikososial

Category: Berita 13 0

kispa.org – Biro PBB Urusan Kemanusiaan (OCHA) menegaskan, 25% anak-anak Palestina di Jalur Gaza masih membutuhkan support kejiwaan dan sosial akibat agresi militer terakhir Israel tahun 2014.

Dalam studi yang terbit kemarin Kamis (8/9), OCHA menegaskan, agresi militer Israel ke Gaza meninggalkan dampak dan perubahan-perubahan berkepanjangan dalam perilaku anak-anak.

Setelah dua tahun, masih dari 1 dari 4 anak-anak Palestina membutuhkan dukungan dan support kejiwaan dan sosial serta penyelesaikan dan terapi atas dampak agresi yang menjadi beban berat bagi kesehatan kejiwaan dan mentalitas mereka, tegas studi OCHA.

OCHA menyatakan, anak-anak Gaza masih mengalami kenaikan kecenderungan dampak negatif tindakan permusuhan. Meski sudah 2 tahun agresi, dampak perilaku kejiwaan itu masih ada di antara buang air kecil tanpa di luar kesadaran, menangis, tindakan permusuhan terhadap pihak lain khususnya anak-anak.

OCHA menyerukan agar anak-anak dijauhkan dari konflik dan memberikan dukungan kejiwaan yang sepertinya dan memenuhi kebutuhan kesehatan, kejiwaan dan sosial.

Pada 7 Juli 2014, Jalur Gaza mengalami agresi militer Israel selama 51 hari dengan ribuan serangan militer udara, laut dan darat yang menyebabkan 2.323 warga Palestina gugur, ribuan lainnya luka-luka dan ribuan rumah hunian dan bangunan rusak total atau sebagian. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment