Di Depan PBB, Emir Qatar Tuntut Akhiri Penjajahan dan Bebaskan Gaza

Category: Berita 6 0

kispa.org – Di depan Majlis Umum PBB di New York, Emir Qatar, Syekh Tamim Bin Hamd menuntut agar penjajah zionis diakhiri dan langkah darurat membuka blokade kejam dari Jalur Gaza.

Selasa kemarin di depan Majlis Umum PBB, Emir Qatar mengatakan, mengakhiri penjajahan zionis di Palestina bersifat darurat dan tanggungjawab serta kewajiban dunia internasional. Penjajah zionis yang menamakan diri Israel ini telah membangun model penjajahan diskriminatif dan rasis. Emir Qatar kembali menegaskan tuntutannya untuk membuka blokade.

Zionis penjajah memblokade Jalur Gaza sejak 2006 yang berdampak ekonomi parah dan menghancurkan kehidupan rakyat Palestina.

Emir Qatar mengisyaratkan, zionis penjajah tidak cukup hanya menolak resolusi-resolusi legal internasional dan inisiatif perdamaian Arab, namun mereka juga menerapkan paksa status quo melalui rencana permukiman yahudi jangka panjang di Tepi Barat dan Al-Quds.

Ia menilai, elit zionis gagal menyelesaikan segala persoalan terkait Palestina dan rakyat terjajah kini lebih kokoh dalam membela dan menuntut hak-hak mereka di banding masa lalu. Israel hanya bisa memilih solusi dua negara atau mendirikan rezim rasis diskriminatif di abad 21 ini.

“Tak boleh mengubah definisi terorisme sesuai identitas pelaku atau korban. Namun harus berdasrkan tindakan terror itu sendiri. Bangsa Palestina harus dilindungi dari ekstrimisme dan bukan hanya diatas melalui pendekatan keamanan” tegasnya.

Selain itu, Emir Qatar Bin Hamd ini menegaskan bahwa Dewan Keamanan PBB harus bertanggungjawab menghentikan pembunuhan sistematis terhadap warga Suriah. Ia menandaskan, masyarakat internasional tidak berdaya melindungi warga sipil di Suriah dari pembunuhan yang dilakukan rezim Suriah dan hanya berdiri menonton warga Dariyah terbunuh dan terusir. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment