Netanyahu Dukung RUU Larangan Adzan, Syaikh Shabri Mengecam

Category: Berita 51 0

Kispa.Org (Al-Quds) PM Penjajah Zionis Benjamin Nenyatakan pada hari Ahad (13/11) menyatakan dukungannya terhadap RUU larangan adzan di masjid-masjid al-Quds. Hal ini dikecam oleh khatib masjid al-Aqsha Syaikh Ikrimah Shabri. Shabri meminta dunia Arab dan Islam bergerak untuk melawan kebijakan rasis penjajah Zionis ini.

Seperti dikuti media-media Zionis, Netanyahu mengklaim bahwa pemerintahnya mendukung kebebasan adzan dan ibadah, namun pihaknya juga komitmen dengan perlindungan pada warga sipil dari gangguan.
Anggota Knesset dari Partai Rumah Yahudi Moti Yogev dan anggota Knesset dari partai Israel Rumah Kami Robert Aellatov mengajukan RUU yang isinya melarang penggunaan pengeras suara di masjid-masjid Palestina.
Pada hari Ahad (13/11), tim dari kebibet kecil pemerintah Zionis dalam sidang pekanannya mereka membahas usulan larangan adzan melalui pengeras suara di desa-desa dan kota-kota Palestina, untuk selanjutnya diajukan ke Knesset untuk mendapatkan keputusan final.

Para pengaju RUU ini berdalih bahwa adzan melalui pengeras suara mengganggu warga Israel dan menyebabkan kerusakan lingkungan. UU ini juga akan memberi hak kepada polisi Zionis untuk memanggil para muadzain untuk diperiksa dan diberlakukan pelanggaran pidana atas mereka kemudian dikenakan denda materi.
Sementara itu khatib masjid al-Aqsha Syaikh Ikrimah Shabri mengatakan bahwa usulan larangan adzan ini membuktikan bahwa kelompok-kelompok radikal Zionis sedang berusaha melegalkan UU larangan adzan agar posisi mereka menjadikat dan untuk menundukkan aparat dinas keamanan penjajah Zionis untuk melaksanakan kemauan mereka.

Dia menilai apa yang terjadi ini merupakan eskalasi dari penjajah Zionis. Dia menegaskan bahwa hal itu bertentangan secara keseluruhan dengan kebebasan beribadah. Dia menegakan bahwa adzan telah dikumandangkan sejak 15 abad. “Kami tidak akan melepaskan hak syariat kami karena itu adalah ibadah.”
Dia meminta negara-negara Arab dan Islam agar ikut memikul tanggung jawab karena otoritas penjajah Zionis dari hari ke harus terus melakukan pelanggaran (aaa/infopalestina)

 

Related Articles

Add Comment