Peringatan Intifadhah Pertama Yang ke 29

Category: Berita 28 0

kispa.org – Hari ini merupakan peringatan ke 29 tahun intifadhah pertama yang meletus akibat kejahatan Zionis terhadap bangsa Palestina yang menolak tunduk pada kebijakan Zionis. Setiap upaya untuk menghilangkan ingatan atas peristiwa ini, pasti akan gagal.

Pada 8 Desember 1987 lalu, rakyat Palestina memberontak. Mereka dari berbagai kota dan pelosok di Gaza dan Tepi Barat memaklumatkan pase baru telah tiba untuk menentang semua bentuk penjajahan. Bersamaan dengan sejumlah acara peringatan hari jadi beberapa faksi Palestina.

Seperti Izzdudin Al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Islam Hamas yang telah memberikan pelajaran pahit bagi Israel hingga terpaksa mereka hengkang dari wilayah Gaza dengan penuh kehinaan.

Intifadhah pertama ini dipicu oleh kebiadaban yang dilakukan seorang sopir Zionis pada 8 Desember 1987 menabrak sejumlah pekerja Palestina asal Jabalia Gaza di dekat perlintasan Bet Hanun yang memisahkan antara Gaza dengan wilayah jajahan 48. Akibat penabrakan ini, empat pekerja Palestina syahid dan beberapa lainya luka-luka.

Kejadian ini sontak membuat kemarahan mereka yang terpendam sebelumnya memuncak hingga tumpah. Saat iring-iringan jenazah para syuhada, warga melempari serdadu dengan batu yang dibalas dengan tembakan peluru. Saat itu, datanglah helikopter Zionis yang menembaki warga dengan gas air mata dari udara untuk membuyarkan ribuan massa yang sedang iring-iringan jenazah. Kejadian ini juga mengakibat beberapa orang gugur syahid dan lainya luka-luka. Kemudian kerusuhan merembet ke setiap kamp pengungsian dan kota-kota di Jalur Gaza hingga Tepi Barat. Maka muncullah perlawanan besar-besaran dari warga dengan menggunakan batu untuk melempari para serdadu dari masjid-masjid dan perkampungan warga.

Para pengamat mengatakan, intifadhah pertama telah mengembalikan masalah Palestina kearah yang benar. Setelah beberapa tahun lamanya rakyat Palestina absen dari semua bentuk perlawanan. Selain itu, aksi-aksi terorisme yang mereka lakukan terhadap warga untuk menakut-nakuti warga, agar mereka mau menerima kebiadaban Zionis.

Dari sinilah, Brigade Izzuddin Al-Qossam yang didirikan Al-Qossam, sayap tempur perlawanan Palestina melancarkan sejumlah operasi perlawanan, mengincar sejumlah target Zionis.

Bersamaan dengan semakin besarnya perlawanan, Israel mulai berfikir bagaiamana mengendalikan situasi ini. Maka mulailah mereka menawarkan sejumlah perundingan dengan gerakan Fatah yang diakhiri dengan penanda tanganan kesepakatan Oslo yang tujuanya ingin memadamkan intifadah yang kedua pada tahun 2000 yang dikenal dengan intifadhah Al-Aqsha dan pada tahun 2015 meletus lagi intifadah kedua yang dikenal dengan intifadhah Al-Quds.

Dengan ini maka diyakini, bangsa Palestina mampu melewati sejumlah pase perlawanan. Karena memang bangsa Palestina didesain untuk mendapatkan hak-hak mereka, walau bagaimanapun pengorbanannya. Perlawanan akan terus berlangsung hingga penjajahan hengkang dari bumi Palestina. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment