Trump: Antara Janji Dukung Permukiman dan Akhiri Negara Palestina

Category: Berita 8 0

kispa.org (Gaza) Donalt Trump resmi dilantik menjadi Presiden Amerika ke-45. Dengan janji-janjinya yang banyak yang akan mendukung absolut Israel dan permukiman Yahudi di Palestina, banyak pengamat bertanya-tanya apakah dia mampu merealisasikan janjinya dan bagaimana jika direalisasi? Apakah negara Palestina akan berakhir?

Usai Trump resmi dilantik menjadi presiden Amerika, menteri pendidikan Israel Neftelly Bennet mengulang pernyataannya kembali “Era negara Palestina sudah berakhir”, mengisyaratkan dukungan Trump terhadap permukiman Yahudi dan menolak pendirian negara Palestina.

Bennet meminta pemerintahnya agar mundur dari janji memberikan negara kepada Palestina. “Kemenangan Trump menjadi peluang Israel langsung melepaskan diri dari gagasan solusi pendirian negara Palestina. Ini sikap presiden Amerika dan sudah berakhir era negara Palestina” tegas Bennet.

Pengamat politik Husam Dajni menyatakan, nasib penyelesaikan damai Palestina dalam bahaya jika Trump merealisasikan janjinya. Legalitas yang diberikan Trump kepada permukiman yahudi sudah otomatis menganulir gagasan solusi dunia negara.
Dajni mengisyaratkan dalam pembicaraannya dengan Pusat Informasi Palestina, Trump memiliki misi tersembunyi terhadap bangsa Palestina jika ia merealisasikan janji-janjinya. Jika itu terjadi, di masa depan akan lebih buruk dan diperkirakan akan terjadi ledakan situasi di seluruh Palestina.

Sementara itu, guru besar ilmu politik di Universitas An-Najah, Abdus Sattar Qasim menegaskan, Israel terlihat “hadir” dalam kampanye presiden Trump. Sehingga dukunganya kepada Israel akan menjadi focus utama politik Amerika.
Pengamat khusus urusan Israel, Adnan Abu Amir menilai, Trump adalah sosok kanan ekstrim dan memiliki sikap-sikap memusuhi Palestina karena ia sangat berpihak kepada Israel.
Waspada

Dalam wawancaranya dengan Pusat Informasi Palestina, Adnan menyerukan agar waspada dan berhati-hati menghukumi sikap-sikap Trump yang akan merealisasikan janji-janjinya kepada Israel yang anti Palestina dan Arab. Namun ia menandaskan, ada kasus umum “pesimistis” di kalangan politikus Palestina akibat sikap Trump yang sangat jelas berpihak kepada Israel penjajah.

Namun Dajni memperingatkan, indikator Trump akan merealisasikan janji-janjinya kepada Israel jika politik Amerika yang tidak menolak sikap-sikap Israel, seperti sikap Dewan Senat hingga Kongres Amerika hingga pemerintahan ekstrim yang dibentuk Trump.
Qasim sepakat dengan Abu Amir bahwa Trump tidak akan menekan Israel dan negara zionis ini akan bebas bergerak melakukan kejahatan apapun kepada Palestina termasuk permukiman dan pembantaian-pembantaian yang ada.

Qasim menilai, Palestina akan tetap berada dalam kepongahan militer Israel dan bebas memperluas permukiman Yahudi.
Menurut sejumlah situs Israel, kelompok kanan ekstrim Israel menunggu dengan penuh semangat sampaikanya presiden Amerika Donalt Trump ke Gedung Putih dengan harapan bisa mendukung penuh aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di wilayah tempat rakyat Palestina membangun negara mereka.

Partai Jewish Home kanan ekstrim selain anggota Partai Likud, pimpinan Benjamin Netanyahu mempromosikan legalitas proyek penggabungan permukiman yahudi besar di Tepi Barat ke wilayah Israel (Palestina 1948). Selain itu mereka juga ingin mengesahkan permukiman Yahudi yang selama ini tidak memiliki izin. (aaa/infopalestina)

Related Articles

Add Comment