Rima Khalaf… Kebobrokan Rasisme Israel dan Keterlibatan PBB

Category: Berita 8 0

1652588840Kispa.org – Gaza – Surat itu tak begitu panjang, bahkan sangat ringkas, namun begitu penting hingga PBB berupaya untuk menutup-nutupi kejahatan Zionis terhadap bangsa Palestina.
Rima Khalaf yang memimpin Komite Sosial dan Ekonomi PBB untuk Asia Barat (ESCWA) telah berhasil membuktikan rasisme Israel serta sistem apartheid yang selama ini diterapkan negara tersebut terhadap hak-hak bangsa Palestina. Dari forum inilah Khalaf berhasil menelanjangi PBB yang selama ini memakai baju “pelindung HAM”. Sekarang terlihat aslinya. Dialah yang selama ini menjadi pelindung bagi kejahatan rasisme Israel.
Apa yang dikatakan Rima Khalaf terkait laporan yang dibuat komitenya menegaskan bahwa sistem distrkriminasi ras yang dilakukan Israel sangat terang benderang bagaikan matahari di siang bolong yang tentunya tak ingin didengar oleh siapapun di Washington ataupun Tel Aviv.
Rima Khalaf tentunya tak ingin menjadi saksi palsu setelah Sekjen PBB, Antonio Guterres memintanya untuk mencabut laporanya tersebut. Justru Rima Khalaf lebih memilih mengundurkan diri yang disambut meriah oleh Israel.
Rima Khalaf
Tahun 1953 Rima Khalaf Al-Hunaidi dilahirkan dari keluarga berkebangsaan Jordania. Ia tumbuh besar dan didik di sekolah yang mengajar nilai-nilai ke Araban di ibu kota Amman, Jodania. Tahun 70 an ia sangat terobsesi untuk bisa belajar di universitas Amerika di Beirut, hingga ia masuk di fakultas ekonomi dan mendapat gelar bachelorus pada tahun 1976. Di universitas yang sama ia kenal seorang lelaki yang kini menjadi suaminya, seorang pengusaha, Hani Al-Hunaidi.
Kemudian Rima berangkat ke Amerika untuk melanjutkan kuliahnya dan mendapat gelar Magister serta doktoral di bidang  Systems science from University Portland official Amerika Serikat. Di salah satu koran “Financial Times” ia terpilih sebagai salah satu tokoh ke 51 dunia dalam daftar wanita terhebat dalam dekade terakhir.
Kemudian ia menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Yordania antara tahun 1993 dan 1995. Lalu menjadi sekretaris perencanaan dan pembangunan antara tahun 1995 dan 1998. Setelah itu ia diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri merangkap sebagai menteri Perencanaan antara 1999 dan 2000.
Selanjutnya ia bekerja di United Nations Development Programme PBB, sebagai kepala kantor asisten Arab Antara tahun 2000 dan 2006 dengan jabatan terakhir sebagai pembantu sekjen PBB. Pada periode ini, bersama sejumlah pakar Arab koresponden Arab Human Development mengeluarkan laporan pertama pada tahun 2002, yaitu tentang kebebasan, pemberdayaan dan pengetahuan perempuan yang dirilis pada tahun 2003. Pada laporan kedua ia mengluarkan hasil penyelidikanya yang berjudul “Membangun Masyarakat  Berpengetahuan”.
Pada tahun 2004, Rima mengeluarkan laporan berjudul “Menuju Kebebasan di Dunia Arab” dan mendapatkan hadiah penghargaan Raja Husein untuk otoritas kemanusiaan.
Pada tahun 2007 ia bergabung  bidang baru di tingkat internasional. Ia tampail di pentas dunia sebagai Asisten Sekretaris Jenderal dan Direktur Biro Regional untuk Negara-negara Arab di United Nations Development Programme PBB, di mana ia menyeru Yordania untuk bangga terhadap perempuan Arab.
Sikap Yang Teguh
Beberapa tahun sebelumnya, dubes Zionis di PBB, Ron Bruce meminta Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk menghentikan dan mengusir Rima Khalaf karena sikapnya yang anti-Yahudi  ulasnya.
Dalam pidatonya saat peluncuran laporan ESCWA dengan judul “integrasi Arab: cara menuju kebangkitan kemanusiaan” di Tunisia, Februari lalu, Rima mengatakan, “ Sejumlah kesulitan yang menghadang bagi terciptanya hak-hak dan martabat bangsa Arab yang terburuk adalah eksisnya penjajahan Israel di Palestina, Suriah dan Lebanon. Dimana terus terjadi pelanggaran demi pelanggaran yang nyata terlihat bertentang dengan dari resolusi dan konvensi internasional”.
Selain itu, Rima berhasil memperoleh sejumlah penghargaan dan medali, termasuk dari Liga Arab Award untuk wanita Arab yang paling terkemuka di bidang organisasi internasional. (pip/aa)

Related Articles

Add Comment