Israel Kepung Palestina Dengan Narkoba

Category: Berita 8 0

-1169701455Kispa,org – Tepi Barat
Berbagai cara digunakan Israel untuk menghancurkan Palestina. Selain cara-cara kekerasan,  peperangan, pengusira, pembunuhan dan blokade, Israel juga menempuh cara yang tidak masuk akal, seperti igauan dan sangat kolot. Sebab cara itu bertentangan dengan warisan budaya bangsa Palestina yang rela berkorban demi agama dan sepanjang sejarah mereka selalu menjadi benteng perjuangan Islam dan pemangku syuhada. Namun Israel ingin menghancurkan benteng itu dengan NARKOBA.
Sekitar sebulan lalu, polisi Palestina menemukan di enam titik penanaman Marijuana yang digunakan untuk produksi Gaza yang diperkirakan bernilai ratusan juta Syekel di sejumlah titik di Hebron (Doora, Yatha, Betamar, Thahiriyah, Arab Ramadhin, dan Kota Tua Hebron).
Pedagang Yahudi
Dalam statemen persnya, setelah ditemukan titik ganja tersebut di Hebron, juru bicara polisi Palestina Luai Erzeqot menegaskan, investigasi membuktikan bahwa pemilik ganja itu terkait dengan pedagang Yahudi dan dibelakangnya adalah intelijen Israel.
“Sudah jelas, pemerintah penjajah Israel memberikan jalan kepada pedagang Yahudi itu keamanan di jalur (zona) hijau. Ketika terendus tempat tanaman dan produksi ganja itu, perlintasan-perlintasan militer Israel dibuka bagi mereka dengan mudah dan mereka kabur ke wilayah Israel (Palestina 1948) agar mereka tidak terkena delik hukum” tegas Luai.
Dr. Muhammad Hasan Abu Asninah, terapis kejiwaan di Lembaga Anti Narkoba di Palestina selatan mengatakan, kasus penggunakan narkoba di kalangan pemuda Palestina terkait erat dengan agen-agen Israel yang memasarkan bahan perusak itu dengan berbagai jenisnya. “Ada yang membagikan narkoba itu di gang-gang dan jalan-jalan Kota Tua Hebron dan rumah-rumah kosong” tegas Abu Asninah.
Abu Asninah mengatakan, “Saya tahu pemuda-pemuda yang  terkena kasus ini karena awalnya terseret melalui agen-agenda Israel yang tersebar dekat masjid Ibrahimi untuk merusak pemuda Palestina di sana. Dari pengguna kemudian menjadi penjual.”
Ia melihat badan intelijen Israel ingin menjerumuskan Hebron dengan racun dan narkoba ini dan menyasar pada pemuda yang lemah jiwanya untuk membela negeri mereka kemudian mereka menjadi mata-mata Israel untuk kemudian menjadi agen Israel.
Seorang pemuda bernisial MAJ di Hebron yang menolak menyebut identitas karena faktor keamanan, “Saya awalnya bergaul dengan narkoba pada usia 16 tahun melalui seorang pemuda yang mengajakku dan dia menggunakan banyak hal sampai kami menjadi pecandu.”
“Saat saya butuh karena butuh sekali, pemuda itu hilang dan kabarnya ke Tel Aviv. Beberapa hari kemudian telpon berbunyi dengan nomer Israel. ternyata dia adalah orang Israel berpangkat komandan di badan intelijen yang memberi tahu bahwa jika saya butuh narkokba maka saya pergi ke kuburan tertentu untuk mengambil barang itu. Jika butuh lagi silahkan hubungi saya” tegas MAJ.
Pemuda yang sedang diterapi ini mengaku bahwa yang memasok ganja itu berada dekat masjid Ibrahimi.
Dari sini bisa ditegaskan, Israel ingin membidik bangsa Palestina seluruhnya dengan berbagai macam cara agar melepaskan keyakinan, idelogi, akidah agar tidak membela negaranya. (at/pip/aa)

Related Articles

Add Comment