1,5 Tahun, Dua Bocah Baitul Maqdis Ini Hafal 30 Juz Al-Qur’an

Category: Berita 20 0

kispa.org – Palestina kembali menarik perhatian dunia Islam. Kali ini tentang dua putra terbaiknya dari kota Baitul Maqdis. Di tengah hiruk-pikuk suasana politik yang tidak menentu di kota tersebut, dari pelarangan azan, penahanan muazzin, penyerangan hingga penghancuran masjid oleh Penjajah Zionis, nyatanya kedua anak ini berhasil menorehkan prestasi yang tidak main-main.

Yusuf dan Ibrahim, di umur keduanya yang belum genap 13 tahun, berhasil menghafal Al-Qur’an 30 Juz hanya dalam kurun waktu satu setengah tahun. Bahkan, berhasil meraih sanad Al-Qur’an yang bersambung hingga Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasaallam. Sanad Al-Qur’an riwayat Hafsh dari jalur ‘Ashim.

Menteri Waqaf Al-Islamiyah Palestina mengikut sertakan kedua anak tersebut dalam Musabaqoh Al-Qur’an di Kerajaan Saudi Arabia.Kepada AlJazeera, Lina, sang Ibu bercerita bahwa kedua anaknya itu bahkan hafal posisi halaman dan urutan ayat Al-Qur’an yang mereka baca. Yusuf dan Ibrahim menghafal Al-Qur’an di Markaz Zaid bin Stabit, tidak jauh dari rumah mereka. Setiap pulang sekolah, sang Ibu mengantarkan mereka ke sana untuk menghafalkan Al-Qur’an.“Kebiasaan mereka, sepulang sekolah buru-buru makan, mengerjakan PR, kemudian bergegas mengulang-ulang hafalan Al-Qur’an,” terangnya.

Keduanya juga diberi hadiah berupa umroh gratis ke tanah suci, dan jalan-jalan ke Turki.

Berkat prestasinya menyabet lebih dari sepuluh piagam dalam perlombaan Al-Qur’an paling bergengsi di kota Baitul Maqdis, Palestina.

Tidak mau ketinggalan, adik perempuan mereka, Sahda Ghanam (8 th) mengikuti jejak kedua kakaknya. Kini, ia telah hafal 2 Juz Al-Qur’an. Juga si bungsu, Musthafa (6 th) sangat senang bilamana kedua orang tuanya mentalqin-kan (membacakan) ayat-ayat suci Al-Qur’an di telinga mungilya.

Selain tiada putus mengulang hafalan, kunci lain dalam keberhasilan Yusuf dan Ibrahim ini, menurut kedua orang tuanya adalah, anak musti dijauhkan dari TV dan media komunikasi semacam handphone dan semisalnya yang sejatinya belum mereka butuhkan. Hal itu dimaksudkan agar pikiran si anak tidak disibukkan dengan hal yang tidak bermanfaat sehingga dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. (mrr/hidayatullah)

Related Articles

Add Comment