Krisis Listrik di Jalur Gaza, Nyawa Ratusan Pasien Terancam

Category: Berita 11 0

kispa.org – Asosiasi Dokter Arab biro Palestina memperingatkan imbas berbahaya dari situasi kesehatan di Jalur Gaza akibat berlanjutnya krisis listrik dan bahan bakar.

Dalam salinan pernyataannya yang diterima Pusat Informasi Palestina kemarin Jumat (21/4) Asosiasi Dokter Arab menyatakan, krisis saat ini juga berlangsung terus maka akan berimbas bahaya terhadap kesehatan bagi ratusan pasien di unit gawat darurat, dan ICU khusus, unit operasi bedah, ruang khusus perawatan intens anak,unit mesincuci ginjal, dan melahirkan, juga di unit scan dan lab serta bank darah.

Kondisi krisis itu bermula sejak 15 April lalu akibat krisis listrik dan bahan bakar sehingga situasi kesehatan di RS dan pusat kesehatan akan berimbas kepada layanan kesehatan lebih dari 2 juta warga di Jalur Gaza secara umum yang sudah terblokade sejak lebih dari 10 tahun terakhir.

Asosiasi mengisyaratkan, rumah sakit-sakit di Jalur Gaza terkena pemadaman bergilir dengan masih-masing mendapat jatah 8 jam dan terakhir hanya mendapatkan 4 jam saja, sementara pemadaman berlangsung hingga 12 jam lebih.

Rumah sakit di Jalur Gaza membutuhkan 450 ribu liter bahan bakar setiap bulannya dalam kondisi normal untuk mengoperasikan 87 mesin genset agar layanan kesehatan di sana tetap berlangsung. Setiap satu jam listrik padam, dibutuhkan sekitar 2000 liter bahan bakar.

Sebanyak 100 nyawa pasien bayi terancam, 113 pasien ICU khusus, 650 pasien gagal ginjal, 29 di antaranya anak-anak, dan 11 ruang operasi wanita melahirkan, dan 40 ruang operasi bedah.

Selain itu krisis listrik akan merusak 500 kantung darah, obat alergi akan rusak, dan lainnya. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment