#Nakba_Day Palestina Diperingati Tiap Tahun, Ini Alasannya

Category: Berita 14 0

Oleh: Dr. Yusuf Rizqah

kispa.org – Saat ini salah satu bentuk ‘perang’ yang sangat serius dihadapi zionis penjajah adalah ‘perang konstitusi dan legalitas’. Karena itu, zionis penjajah (Israel) berusaha mengukuhkan legalitas dengan menetapkan diri sebagai ‘negara yahudi’ melalui parlemen mereka “Knesset”. Pada 15 Mei setiap tahunnya perasaan kekhawatiran dan ketakutan zionis penjajah ini timbul.

Bangsa Palestina selalu memperingati #Nakba_Day (bencana dan prahara pengusiran dan pembantaian oleh mafia zionis di tahun 1948) baik di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan wilayah diaspora di sejumlah negara tempat mereka mencari suaka dan mengungsi. #Nakba_Day mengenang bagaimana seluruh kekayaan dan harta benda tanah air mereka dirampas penjajah zionis, setelah itu mereka diusir.

#Nakba_Day Palestina adalah fakta tanpa polemik dan tak terbantahkan. Peringatan mengenang fakta sesungguhnya menyakitkan negara penjajah yang menamakan diri Israel. Sebab peringatan ini ikut andil dalam mencabut legalitas dan konstitusinya di mata hukum, kemanusiaan, dan politik. Sebab tak ada satu orang pun yang obyektif di dunia ini mau menerima kenyataan ini terhadap bangsa dan rakyat Palestina.

Karena itu, Israel sendiri menolak peringatan #Nakba_Day Palestina dan menyerang mereka yang menggelarnya. Israel menuding mereka yang memperingatinya sebagai pihak yang melakukan tindakan permusuhan dan anti terhadap negara Israel dalam permainan opini dunia. Mereka juga dituding menebar budaya anti Israel sebagai entitas pencaplok wilayah yang tidak memiliki sandaran hukum dalam sejarah. Entitas zionis diklaim diadakan paksa di wilayah Palestina dengan kekuatan senjata dan dukungan Amerika dan barat karena kelemahan Arab. Karena itu, partai Lieberman mengajukan rancangan undang-undang di parlemen Knesset memberikan sanksi kepada setiap lembaga akademi yang memperingati #Nakba_Day di tahun 2017 ini.

Peringatan #Nakba_Day tahun ini seharusnya aktif dan istimewa yang mampu mengekspresikan hak eksistensi histori bagi rakyat Palestina sebab ada usaha dan kerja sistematis Israel menghapus hak kembali warga Palestina yang terusir dari tanah air mereka dengan bantuan dan dukungan penuh pemerintah Amerika termasuk pimpinan Trump kali ini.

Israel penjajah tidak mengingkari Nakba dan pengusiran bangsa Palestina tahun 1948. Namun Israel penjajah menolak dan mengingkarinya sebagai pihak yang bertanggungjawab dan tanggungjawab dibebabkan kepada negara-negara Arab. Bagi Israel, warga Palestina yang terusir dan mengungsi dari Palestina ke luar wilayahnya sejak saat itu karena mereka keluar dengan kehendak sendiri dan berdasarkan arahan pihak Arab ketika menggunakan jalan pertempuran militer tahun itu.

Matahari tak bisa tertutup oleh ayak penyaring. Fakta sejarah tidak mungkin bisa dihapus dengan statemen satu orang pimpinan ini atau itu. Pasukan mafia “Militer Pembela” Zionis mengusir warga Palestina dari rumah tinggal dan negeri mereka setelah melakukan sejumlah pembantaian terhadap warga sipil Palestina. Tujuan pembantaian sebagai intimidasi warga Palestina yang tersisa agar mereka meninggalkan rumah mereka dan tanah air mereka bersama seluruh kekayaannya.

Peringatan #Nakba_Day harus terus berlanjut dimanapun warga Palestina berada. Sebab peringatan ini mengingatkan tentang musuh bebuyutan Palestina yakni entitas zionis Israel penjajah dengan segala kejahatannya. #Nakba_Day menyatakan kepada dunia bahwa warga Palestina yang sudah tua akan mati atau sudah mati, namun ingatan dan memori anak-anak mereka masih tetap hidup, meski di level budaya sampai Allah mengizinkan kepada bangsa Palestina untuk merdeka dari penjajah dan kembali ke tanah air mereka. Kapan itu? Al-Quran menjawab, “Itu sangat dekat”. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment