Catatan Kecil Dari Peringatan Isra dan Mi’raj 1438H

Category: Berita, Kegiatan KISPA 26 0

Oleh: Hardjito Warno (Relawan Kemanusiaan KISPA)

kispa.org – Barisan shaf duduk para siswa yang teratur dan rapi, lelaki dikiri dan para siswa perempuannya disebelah kanan dibatasi jalan menuju panggung.

Backdrops dan dekorasi juga perlengkapan pertunjukan itu murni swadaya siswa Rohis yang dibimbing para guru yang sangat telaten menuntun mereka.

Seperti biasa layaknya peringatan hari besar agama setelah pembacaan kitab suci Alquran dan terjemahanya juga kalimat sambutan kemudian, dilanjutkan dengan doa Istighfar juga doa memohon ampun dari surat Al-a’raf ayat 23.

Ada yang istimewa bagi saya pribadi selama tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia. Suasana itu membawa saya melayang jauh ke jantung ibukota Indonesia yang dipenuhi riuh nyaring suara dzikir-dzikir bacaan seperti itu, di setiap mushola. Apalagi di masjid kampung kampung di Jawa, Syiir tanpo waton, Sholawat Tarhim sebelum shubuh sangat mudah kita dengarkan.
Baru satu baris dibaca doa Istighfar oleh guru dan muridnya dari panggung, serasa badan ini lemas, mata kuyup mengingat kotornya diri ini.

Layakkah saya meminum air telaga Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kelak, makin dibaca makin gemetar tulang ini.

Kemaren itu, saya didapuk oleh Pak Harahap agar bisa sharing tentang Masjid Al Aqsha, mestinya ada yang lebih kompeten mengingat saya bukan selevel Ustadz penceramah bebas, tapi beliau keukeuh tidak apa apa, “Ilmu antum harus di-sharing dengan anak anak” begitu katanya.

Acara berlangsung khidmat, saya putuskan berdiskusi dengan anak anak, karena tidak mungkin monolog sedang anak anak yg tidak bisa berkonsentrasi duduk lama karena umur mereka ada dari SD hingga SMU, sedang anak anak SD, memang mereka sedang aktif-aktifnya bergerak.

Alhamdulillah Quran Mushaf Masjidil Aqsha dan Syal Indonesia- Palestina dari KISPA dengan cepat “diborong” oleh anak anak yang bisa menjawab pertanyaan saya.

Saya selipkan diakhir sharing itu doa agar kita semua dikaruniakan bisa bersujud kelak di Masjid mulia itu, tempat Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam naik ke Sidratul Muntaha menerima perintah sholat 5 waktu.

Akhirnya, puncak acara itu ditutup dengan drama yang bercerita tentang situasi di Palestina, anak-anak yang ditangkap tentara Zionis, pemuda yang ditembaki hanya karena ingin sholat di Al Quds. Menonton drama itu saya tidak tahan menahan air mata ini selain sejatinya saya memang cengeng, ingat penderitaan sahabat kita di garis terdepan pertahankan Al Aqsha.

Kepala Sekolah Pak Agus pun haru dan menitihkan air matanya seraya berkata lirih kepada saya “Bagaimana aslinya disana ya Pak..” sambil mengusap air matanya beliau. Saya jelaskan lirih, saat ini Pak, “Selain ribuan orang Palestina berada dibalik penjara Zionis bahkan ratusan anak anak, anggota parlemen, para wanita juga dipenjara oleh penjajah disana. Pernah dengar vonis 48,58, 67 kali seumur hidup. ukuran seumur hidup oleh zionis itu adalah 99 tahun berarti 67X99= 7524 tahun”.

Hasbunallah Wa Ni’mal Wakiil. (dt/mrr)

Related Articles

Add Comment