Hidangan Buka Bersama Terpanjang di Khanyunis

Category: Berita 29 0

kispa.org – Di sebuah jalan yang panjang, warga kampung Farahin mulai membagikan kursi-kursi khusus dengan meja untuk persiapan hidangan buka bersama terpanjang di Khanyunis. Acara seperti ini merupakan pertama kalinya diselenggarakan di tingkat propinsi Khanyunis, wilayah selatan Jalur Gaza.

Warga daerah Farahin yang terletak di kawasan Abasan Besar di timur propinsi Khanyunis, masih menjaga adat kebiasaan dan fenomena sosial dan budaya setempat pada bulan Ramadhan.

Menjelang berbuka, makanan berdatangan dari warga kampung, setelah kursi-kursi dan meja-meja khusus untuk hidangan disiapkan, para pemuda kampung menghiasi jalan dan seluruh daerah tersebut.

Jauh dari kesan mewah dan boros, para penduduk mulai mengambil makanan khusus untuk berbuka dari rumah-rumah mereka dalam suasana cinta dan keakraban di antara anggota warga kampung tersebut.

Berbagai macam jenis makanan dihidangkan di atas meja hidangan bersama sejumlah makanan terkenal Palestina lainnya.
Suasana seperti ini berulang setiap tahun, para anggota warga desa berkumpul di saat-saat seperti ini, sehingga menambah kebahagiaan semua kalangan, dengan dihadiri para tokoh dan warga kampung.

Warga desa berkumpul di sekitar meja-meja yang berjajar panjang yang melibatkan semua kalangan dan usia, sebagai cermin seberapa jauh suasana cinta, keakraban dan kerjasama antara anggota warga kampung.

Suasana Ramadhan di kota Khanyunis berbeda dibandingkan dengan propinsi-propinsi lain. Mereka Jalur Gaza mengalami blokade dan tekanan, bulan Ramadhan tetap dengan tradisi berbuka, berbuka dan pembagian jajanan, shalat taraweh, shalat malam, membaca al-Quran dan saling kunjung warga.

Salah seorang tokoh kampung, Abu Sulaiman Abu Diqah, mengatakan bahwa berbuka dengan cara seperti ini adalah cara anak-anak kampung menghidupkan tradisi dan kebiasaan rakyat Palestina khususnya di bulan Ramadhan.

Dia menambahkan, “Kami melakukan seperti ini agar kami bisa berhubungan dengan semua warga kampung.” Dia meminta para dermawan agar turut serta dan mendukung kegiatan sosial ini, yang membantu keluarga dan warga masyarakat secara umum.
Dia menjelaskan bahwa warga penduduk Jalur Gaza memiliki tradisi khusus dibandingkan di tempat-tempat lainnya. Ramadhan ini nampak fenomena kedermawanan, silaturahim, keaslian, ada dan kebiasaan khusus.

Abu Diqah menyatakan bahwa berbuka bersama dilakukan oleh werga kampung sendiri. “Berbuka seperti ini merupakan hari raya masyarakat desa dimana mereka berkumpun, jauh dari masalah afiliasi politik,” imbuhnya. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment