UNRWA Peringatkan Situasi Buruk Gaza Akibat Pengetatan Blokade

Category: Berita 20 0

kispa.org – Lembaga internasional PBB menegaskan bahwa mayoritas penduduk Gaza tidak bisa melakukan perjalanan akibat pengetatan blokade atas Jalur Gaza. Ada 30 ribu orang yang sangat membutuhkan perjalanan ke luar negeri melalui gerbang perlintasan Rafah.

Badan Bantuan dan Pemberdayaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dalam laporan berkala tentang situasi darurat di Jalur Gaza mengatakan, “Pembatasan pergerakan orang dan barang dari dan ke Jalur Gaza, yang sudah berkepanjangan, bisa menjadi andil dalam memperburuk kondisi kehidupan 1,8 juta jiwa Palestina di Jalur Gaza. Dimana Israel juga melarang masuk atau keluarga Jalur Gaza baik melalui laut maupun udara.”

UNRWA menambahkan bahwa pergerakan orang dari barang dari dan ke Jalur Gaza dibatasi oleh 3 pos perlintasan. Yaitu perlintasan Rafah, perlintasan Erez (Beit Hanun) dan perlintasan Karem Abu Salim.

Otoritas Mesir mengontrol gerbang Rafah, hanya dalam jumlah terbatas orang saja yang diizinkan menyeberang diantaranya para pasien atau kasus kemanusiaan saja.

Sementara itu otoritas penjajah Zionis mengontrol gerbang Karem Abu Salim dan Erez. Melalui kedua perlintasan ini, diizinkan pergerakan pegawai UNRWA, bantuan dan orang dalam jumlah terbatas untuk lewat, meliputi kasus medis dan kemanusiaan saja.
Blokade Zionis atas Jalur Gaza telah memasuki tahun kesebelas pada 10 Juni 2017. Masih ada 1,9 juta jiwa yang terisolasi dan terblokir di Jalur Gaza seluas 365 kilometer persegi. Blokade ini telah menghancurkan ekonomi Jalur Gaza dan semakin hari semakin parah, yang berdampak kepada keharmonisan sosial di Jalur Gaza.

Sumber daya utama seperti air dan listrik sangat terbatas. Pemutusan listrik hingga mencapai 20 jam. Yang berarti rumah warga Palestina hanya mendapatkan listrik 4 jam saja dalam sehari semalam. Dan setelah pengurangan pasokan oleh Israel, rumah-rumah warga Palestina di Jalur Gaza hanya mendapatkan listrik antara 2-3 jam saja dalam sehari semalam. Sementara itu kualitas air sangat buruk, 95% air tidak layak untuk diminum. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment