Untuk Ke 2 Kalinya Liga Arab Tunda Pertemuan Darurat Bahas Al-Quds

Category: Berita 30 0

Kispa.Org (Kairo) – Dini hari Senin (24/7) Liga Arab yang bermarkas di Kairo Mesir mengumumkan penundaan kembali pertemuan darurat yang seyogyanya akan digelar hari ini untuk membahas eskalasi Zionis di kota Al-Quds. Mahmud Afifi, juru bicara resmi Liga Arab menyebutkan, telah disepakati berdasarkan hasil pembicaraan dengan sejumlah petinggi negara Arab bahwa pertemuan akan digelar pada hari Kamis (27/7) yang sebelumnya ditetapkan akan dilaksanakan pada Rabunya.

Penundaan ini dilakukan untuk menjamin keikutsertaan sejumlah negara-negara Arab dalam pertemuan mendadak  tersebut membahas kondisi Al-Quds. Penundaan ini, merupakan yang kedua kalinya dalam 24 jam terakhir yang akan membahas secara khusus tindakan dan aksi-aksi Zionis di kota suci Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha. Dimana sebelumnya mereka akan menggelar pertemuan pada hari Senin (24/7) kemudian ditunda menjadi hari Rabu (26/7) dan terakhir ditunda kembali menjadi hari Kamis (26/7).

Afifi mengisyaratkan, Liga Arab telah melakukan pembicaraan dengan pihak OKI untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi para menteri luar negeri khusus membahas masalah ini, pekan depannya. Sementara menurut pejabat diplomatik  Arab yang tak mau disebutkan namanya, kepada Quds Press menyebutkan, penundaan ini dilakukan karena ada permintaan dari sebagian negara Arab, karena ditenggarai ada sejumlah pembicaraan untuk menyelesaikan kemelut ini sebelum pertemua digelar. Ada kemungkinan, perdana menteri Zionis Benyamin Netanyahu akan menyingkirkan pintu elektronik tersebut di gerbang Masjid Al-Aqsha yang menjadi penyebab meledaknya situasi di Al-Aqsha kini. Kemungkinan besar, Israel juga akan membatalkan serangkaian operasi penggeledahan terhadap para jama’ah di depan pintu masjid.

Dalam keterangan pers sebelumnya, Liga Arab telah mengingatkan, Israel telah bermain-main dengan api, mengobarkan krisis terbesar dengan dunia Arab dan Islam. Sejak 11 hari yang lalu, tentara Zionis melakukan penodaan terhadap Masjid Al-Aqsha dengan memblokirnya, menyusul aksi penembakan yang dilakukan tiga pemuda Palestina asal Ummu Fahm yang mengakibatkan tewasnya dua serdadu Zionis dan melukai yang lainya. Sementara ketiga pelaku penembakan gugur syahid.

Dengan ini, pemerintah Zionis memutuskan untuk menutup Masjid Al-Aqsha selama dua hari berturut-turut dan menempatkan pintu elektrik bagi para jama’ah yang akan memasuki masjid. Kebijakan ini kontan mendapatkan perlawanan dari warga Al-Quds yang menolak kebijakan terakhir Zionis. Mereka lebih memilih bertahan di sekitar gerbang masjid tidak mau masuk Al-Aqsha lewat pintu detektor tersebut. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment