Israel Cekik Gaza Dengan Aturan Ketat

Category: Berita 9 0

kispa.org – Organisasi kiri Israel mengungkapkan kebijakan baru yang diterapkan militer Zionis terhadap warga warga Palestina yang datang dari Jalur Gaza yang melalui perlintasan Bet Hanun atau Iraz untuk tidak membawa peralatan elektronik, makanan atau alat-alat pembersih.

Organisasi Gaisya non pemerintah menyebutkan, warga Palestina yang datang dari Gaza melalui pintu Iraz tidak bisa membawa elektronik, termasuk komputer pribadi sekalipun. Dalam keteranganya disebutkan, pemerintah Zionis menerapkan larangan membawa komputer atau sebagian alat lainya seperti alat cukur masuk wilayah Palestina jajahan atau mereka yang datang dari Jordania melalui perlintasan Nabi. Termasuk yang dilarang adalah peralatan mandi, makanan dan minuman. Kecuali telepon pribadi.

Menurut organisasi ini, semua peraturan ini hanya berlaku bagi warga Palestina saja, termasuk warga yang menjadi pegawai di organisasi internasional yang tentunya memerlukan barang-barang tersebut seperti komputer.

Dalam kaitan ini, sejumlah organisasi internasional menyatakan kecamanya, karena menjadikan kehidupan ini makin sulit. Pemerintah Zionis tidak memperkirakan bahwa para mahasiswa pun memerlukan perlintasan dan memerlukan komputer serta  peralatan elektronik lainya.

Disebutukan, jumlah warga Palestina yang meninggalkan Gaza melalui Bethanun menurun 55% selama paruh pertama tahun 2017. Rata-rata perbulan hanya 6000 orang saja, jika dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 14000 orang.

Sejak 11 tahun lalu, Gaza menderita blokade terisolir dari dunia luar. Mereka hanya bisa keluar dari Gaza melalui perlintasan Rafah yang hanya dibuka untuk pasokan makanan saja. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment