Inilah Yang Terjadi Pada Rumah Sakit Maqashid Pada 21 Juli Lalu

Category: Berita 20 0

Kispa.Org (Al-Quds) Laporan Khusus Bidang HAM mengungkapkan, Israel melakukan pelanggaran berat bertindak sewenang-wenang menyerbu rumah sakit Al-Maqoshid di Al-Quds terjajahm di sela bentrokanya dengan para pejuang Al-Aqsha.  Laporan menyebutkan, sejumlah dokter hari ini (13/8) mempublikasikan kesaksianya atas penyerangan tentara Zionis dan pasukan perbatasan ke rumah sakit Maqoshid pada 21 Juli lalu. Mereka menyebutkan, tentara menggunakan cara-cara kekerasan dalam menjalankan aksinya. Mereka bahkan menggeledah sejumlah pasien yang sedang dirawat, termasuk di dalamnya melakukan kekerasan fisik kepada para dokter dan ancaman penjara.

Dalam laporan tersebut, tentara Zionis menghalangi para pengunjung rumah sakit yang akan menengok sanak keluarganya selain membuat gaduh di ruangan serta merusakan peralatan rumah sakit. Sebelumnya pihak rumah sakit mengumumkan keadaan darurat paska serbuan Zionis ke Al-Aqsha yang melukai sejumlah jama’ah yang dievakuasi ke ruangan darurat. Sementara pihak tentara beralasan mereka masuk rumah sakit untuk menangkap para provokator.

Seorang dokter bedah di rumah sakit Al-Maqoshid mengatakan, tentara Zionis berupaya melarang semua orang keluar ruangan dan masuk kamar operasi dimana terdapat pasien yang sedang dioperasi di ruangan darurat. Tatkala kami kembali melanjutkan operasinya mereka melarang kami. Padahal salah satu tangan kami memegang jantung pasien dan tangan yang lain berusaha menghalangi tentara agar tidak masuk. Namun mereka tetap maksa masuk dan mengatakan, aku yang akan membayar semuanya.

Sejumlah pejabat di organisasi HAM kedokteran mengatakan, seandainya pun ada diantara para pasien tersebut sejumlah orang yang dicurigai, maka seharusnya pihak tentara melakukan koordinasi dulu badan pengelola rumah sakit. Dengan demikian jelas sekali pemerintahan Zionis telah melakukan pelanggaran serius terhadap ormas, lembaga dan kepentingan umum.

Sementara koran Maarev mengatakan, laporan tersebut telah dikirimkan ke sejumlah departemen dan kementerian Israel pada Kamis lalu, juga kepada sejumlah kelompok masyarakat seperti hastadrut Kedokteran, Dewan Rumah sakit, persatuan perawat. Disamping tuntutan agar kasus ini segara diperiksa serta jaminan tidak terulang lagi. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment