48 Tahun Pembakaran Al-Aqsha, ‘Api Lisan’ Masih Kepung

Category: Artikel 26 0

-55312069Kispa.org – Gaza

Setiap 21 Agustus setiap tahunnya diperingati pembakaran Masjid Al-Aqsha. Itulah kejahatan zionis yang masih digali lagi dalam peringatan “menyakitkan” dalam sejarah umat yang berpeluh luka. Peristiwa pembakaran ini menjadi stasiun kelam mengangah dan coreng moreng aib zionis yang hanya bisa diterangi dengan pembebasan bagi Baitul Maqdis ini.

Meski kejahatan yang menimpa rentang sejarah Masjid Al-Aqsha dan persoalan Palestina, namun pemikiran (gagasan) zionis untuk menguasai Masjid Al-Aqsha masih hadir dengan kuat.

Kerusakan-kerusakan di Al-Aqsha

Kebakaran yang awalnya tidak diketahui penyebabnya saat berkobar menimpa Al-Aqsha telah menciptakan kerusakan besar di bagian selatan masjid atau 1500 meter dari 4400 meter bangunan total.

Selain itu, kebakaran itu merusak total mimbar Shalahuddin, Masjid Umar,  Mihrab Zakaria, Maqam Arbain, tiga situs tiang sepanjang selatan ke utara di dalam masjid Al-Aqsha, tempat wudhu, merusak atap, bagian kubah kayu di bagian dalam, 48 jendela gypsum, kaca warna, dan furniture kaca-kacanya terkabar.

Api juga membakar kaligrafi timbul surat Al-Isra yang terbuat dari mozaik, atap masjid rubuh ke tanah akibat kebakaran, dua tiang utama jatuh dengan lengkungan penyangga kubah dan mihrab utama dan tembok bagian selatan juga rusak.

Klaim Israel Penjajah

Israel penjajah mengklaim bahwa kebakaran timbul karena listrik padam. Maka perusahaan listrik Al-Quds melakukan pemeriksaan dan investigasi teknis dan menyatakan jaringan listrik aman dan menampik kaitan antara listrik dengan peristiwa itu. Syekh Hilmi Muhtasib, ketua Badan Islam di Al-Quds menggelar konferensi pers dan menegaskan bahwa kebakaran terjadi karena kesengajaan dan bukan alami atau karena aliran listrik. Ia menyisyaratkan bahwa air pemerintah daerah (Israel di Al-Quds) diputus salurannya ke Masjid Al-Aqsha usai kejadian kebakaran.

Muhtasib menjelaskan saat itu, kendaraan pemadam kebakaran milik pemerintah kota Israel Jerusalem terlambat datang. Justru yang berjasa memadamkan kebakaran adalah kendaraan pemadam dari pemerintah kota Ramallah dan Hebron.

Saksi mata dari umat Islam ikut memadamkan kebakaran, menyatakan menemukan air diputus dari masjid dan perumahan sekitarnya. Jika tidak ada sumber air di dalam masjid Al-aqsha yang diperoleh dengan cara tradisional, kerugian masjid akan lebih besar. Sementara distribusi air melalui PDAM dikendalikan oleh pemerintah kota Jerusalem Israel.

Laporan dari insinyur Arab menyatakan, kebakaran meletus di dua titik terpisah dalam waktu yang sama. Pertama di mimbar dan kedua di atap bagian tenggara masjid. Jarak antara kedua titik kebakaran awal itu tidak lebih dari 200 meter.

Investigasi-investigasi di atas mendorong Israel mengumumkan pada 23 Agustus bahwa pelaku pembakaran telah ditangkap yaitu seorang pemuda Australia beragama Kristen masuk ke Israel empat lalu. Ia bernama Danies Michael William Rohan (28) yang berafiliasi kepada gereje Rabb yang mempercayai kebenaran literasi Taurat dan ramalan-ramalannya dan bahwa kelompok ini mengharapkan kebalinya yahudi ke Israel khususnya di Al-Quds dan meyakini bahwa mereka mampu mempercepat itu dengan menghancurkan Masjid Al-Aqsha.

Usaha Penguasaan

Sejak menjajah Palestina, tahap pertama riil Israel adalah menguasai masjid Al-Aqsha setelah jatuhnya bagian timur kota Al-Quds ke tangan Israel di tahun 1967. Kekerasan berulang-ulang atas masjid Al-Aqsha sejak 40 tahun terakhir dan dengan berbagai cara Israel mewujudkan impiannya menguasai masjd ini, meski upaya itu gagal.

Israel memiliki dua rencana menguasai Al-Aqsha; pertama, dengan melanjutkan penggalian di sekitar Al-Aqsha dan bawahnya agar bangunannya runtuh scara alamai. Kedua, membagi masjid Al-Aqsha untuk yahudi dan Palestina. yahudi dibolehkan menggelar ritual agama mereka dengan bebas seperti yang terjadi di Masjid Ibrahimi di Hebron.

Para pengamat menilai, Israel dalam waktu ke depan akan mengambil langkah pengecualian cepat untuk mewujudkan apa yang diinginkan. Hal itu dalam bentuk penggerebekan dengan model yang pernah ada sebelumnya dan melarang masuknya warga muslim dalam jangka lebih lama sejak Israel menjajah Al-Aqsha. (aa/pip)

Related Articles

Add Comment