Krisis Listrik Ancam Pelayanan Air di Jalur Gaza

Category: Berita 11 0

2146446518Kispa.org – Gaza

Direktur Jenderal Air dan Sanitasi di Kota Gaza Maher Salem, Rabu (23/08/2017), mengatakan bahwa fasilitas-fasilitas dasar kota seperti sumur air, stasiun pembuangan limbah dan stasiun sentral pengolahan limbah secara konstan dan terus menerus memerlukan arus listrik untuk melanjutkan pekerjaan dalam menghasilkan air dari sumur, memompa air limbah ke stasiun pembuangan limbah dan kemudian ke stasiun sentral pengolahan limbah di selatan kota.

Salem menyatakan bahwa pemerintah kota berusaha memperkecil krisis dengan mengoperasikan fasilitas-fasilitas tersebut dengan generator pembangkit listrik, namun tidak cukup untuk menutup kekurangan arus listrik. Selain juga tidak bisa mengoperasikan generator pembangkit listrik tersebut secara permanan dan berkelanjutan sepanjang hari, karena membutuhkan solar dalam jumlah banyak dan untuk perawatan mekanik akibat tekanan kerja.

Dia menegaskan bahwa air yang dihasilakan dari sumur-sumur milik pemerintah kota selama bula Juli lalu setara dengan volume yang dihasilkan tahun lalu di bulan yang sama, namun krisis listrik menyebabkan air tidak sampai ke rumah-rumah warga secara teratur, terutama rumah-rumah yang berbeda-beda lantai serta wilayah-wilayah dataran tinggi yang membutuhkan pompa air untuk mengalirkan ke sana membutuhkan arus listrik.

Dia menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan lembaga-lembaga lokal dan internasional untuk mewujudkan solusi bagi masalah pemutusan listrik ini. Dia menjelaskan bahwa berlanjutnya krisis ini bisa memperburuk masalah dan memutus layanan air yang diberikan kepada warga.
Jalur Gaza mengalami krisis listrik yang parah. Dalam sehari, setiap rumah di Jalur Gaza hanya mendapatkan listrik 4 jam. Karena stasiun pembangkit listrik berhenti beroperasi akibat kelangkaan bahan bakar disebabkan blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza sejak 11 tahun terakhir. (aa/pip)

Related Articles

Add Comment