Israel Setujui Pendanaan Pembangunan Baru Permukiman Yahudi di Nablus

Category: Berita 12 0

Kispa.Org – Pemerintah pendudukan Zionis “Israel”, Ahad (3/9/2017) menyetujui untuk mengalokasikan dana 60 juta shekel guna melanjutkan pembangunan pemukiman Yahudi “Amihai” di Nablus, sebagai pengganti dari  permukiman Yahudi “Amona”, yang dibongkar dan dievakuasi beberapa bulan yang lalu.

Menurut saluran TV7 Zionis, anggaran ini akan ditransfer untuk kepentingan dewan daerah Benjamin yang akan digunakan untuk melanjutkan proses pembangunan permukiman Yahudi tersebut.

Keputusan ini memutuskan pengalokasian dana 55 juta shekel untuk pendirian permukiman Yahudi baru dengan nama Amihai yang diperuntukkan bagi para pemukim Yahudi yang dievakuasi pemerintah Zionis dari koloni permukiman lias Amona dan dari sembilan rumah di permukiman Yahudi Opera.

Pemerintah Zionis juga akan mengalokasikan dana 5 juta shekel untuk sewa hotel yang ditinggali para pemukim Yahudi yang dievakuasi dari Amona sampai mereka menerima rumah baru di kompleks permukiman yang baru dekat permukiman Yahudi Shilo di tanah Tepi Barat.

Pasukan penjajah Zionis pada 2 Februari 2017 lalu membongkar dan mengevakuasi semua bangunan di koloni permukiman liar Amona yang didirikan di tanah Palestina di timur laut kota Ramallah. Pembongkaran dilakukan berdasarkan keputusan dari Mahkamah Agung Zionis.

Sebelumnya otoritas penjajah Zionis memutuskan membangun rumah mobil untuk para pemukim Yahudi yang dievakuasi dari Amona. Beberapa bulan kemudian memutuskan untuk mendirikan kompleks permukiman baru untuk mereka di desa Jalud di selatan Nablus. Pada bulan Mei lalu, pekerjaan pembangunan permukiman baru ini dimulai. Namun terhenti akibat perbedaan masalah anggaran antara kementrian militer dan keuangan.

Disebutkan bahwa otoritas penjajah Zionis meningkatkan intensitas kebijakan pembangunan permukiman Yahudi di tanah Palestina, bersaman dengan langkah parleman Zionis Knesseet yang menyetujui UU “Kompromi”, yang mengizinkan penggusuran tanah pribadi Palestina di Tepi Barat dengan tujuan untuk pembangunan kompleks-kompleks permukiman Yahudi.

Pada 23 Desember 2016, DK PBB mengadopi resolusi yang menyerukan kepada penjajah Zionis “Israel” agar menghentikan segera dan seluruhnya aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di tanah Palestina yang didudukinya. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment