Selama Lembaran Kurban, Israel Banyak Lekukan Pelanggaran pada Tawanan

Category: Berita 12 0

Kispa.Org (Ramallah) Direktur Pusat HAM dan Studi Tawanan Palestina Rafat Hamduna, Ahad (3/8/2017) menegaskan bahwa selama hari raya kurban pihak penjara Zionis melakukan banyak pelanggaran terhadap para tawanan baik laki-laki maupun wanita, yang bertentang dengan hukum dan konvensi internasional yang berlaku.

Hamduna mengatakan, pihak penjara Zionis tidak paham keistimewaan hari raya di penjara, sehingga mengabaikan kondisi tawanan yang sakit, yang diisolasi dengan kondisi sulit, dilarang dikunjungi, dilarang dibawakan buku, makanan yang buruk baik jumlah dan kualitas, penggeledahan telanjang, penyerbuan sel-sel di malam hari, pemindahan secara kolektif, dan ada tawanan baik laki-laki atau wanita yang berada di tempat penahanan yang jauh dari persyaratkan hidup manusia.

Di hari raya kurban kali ini, masih ada 6500 tawanan Palestina mendekam di dalam penjara Zionis. Di antara mereka ada kakek yang berusia 70 tahun, adalah bocah yang berusia kurang dari 18 tahun, ada tawanan yang sakit akibat luka pada saat penangkapan dan mereka berada di klinik-klinik penjara, yang hidup atas belas kasih sipir penjara.

Tawanan anak-anak tidak mendapatkan perawatan kesehatan, pendidikan, kejiwaan dan tidak ada konselor di dalam penjara, mereka diintimidasi pada saat penangkapan dan dalam pemeriksaan. Ada puluhan pelanggaran yang dialami para tawanan wanita. Mulai dari kepadatan sel, tidak boleh dikirim kebutuhan khusus mereka dari keluarga, mengalami perlakuan buruk dari penjara, pemberian sanki berat dan tidak terputus-putus, seperti denda, sanksi dan larangan kunjungan, di samping penggeledahan yang dilakukan terus-menerus, pengisolasian tawanan wanita dan tidak memperhatikan situasi kesehatan mereka, khususnya yang sakit.

Dia meminta lembaga-lembaga HAM dan internasional agar menekan penjajah Zionis untuk komitmen pada perjanjian Jenewa yang menegaskan hak-hak tawanan dalam menunaikan ibadah dan merayakan hari raya. Dia meminta semua media fokur pada pelanggaran-pelanggaran Izonis dan mengungkapnya. Agar lembaga-lembaga HAM Arab dan internasional mengajukan tuntutan atas para pelaku pelanggaran ini baik para pegawai penjara atau pihak-pihak keamanan Zionis.

Dia menyerukan lembaga-lembaga HAM dan internasional untuk menekan penjajah Zionis agar menghentikan penahanan administratif (tanpa tuduhan dan proses hukum, dan bisa diperpanjang berkali-kali), agar membebaskan semua tawanan yang kembali ditangkap setelah dibebaskan dalam pertukaran tawanan. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment