Konspirasi Zionis Matikan Ekonomi Al-Quds, Pasar-pasar Sepi Pembeli

Category: Berita 18 0

Kispa.Org (Al-Quds) – Selama lebaran kurban, pasar-pasar di al-Quds dipenuhi kebutuhan hari raya mulai dari makanan hingga pakaian dan juga binatang kurban. Namun para pedagang menilai pergerakan pembelian lemah dibandingkan dengan lebaran-lebaran sebelumnya.

Mustafa Abu Zahrah, pedagang di pasar Misrara menyebut situasi ekonomi ini sebagai tahun-tahun tersulit yang dialami kota al-Quds secara khusus dan Tepi Barat secara umum akibat tidak adanya pekerjaan dan orang-orang yang bekerja.

Dia mengatakan, “Para konsumen berusaha meminimalisir sedikit mungkin kebutuhan mereka, karena kondisi sulit mereka. Di samping situasi ekonomi umum akibat blokade yang dialami kota al-Quds sejak bertahun-tahun dan larangan bahwa warga Tepi Barat untuk berkunjung dan datang ke al-Quds.”

Dia menjelaskan, “Hal ini mengakibatkan penurunan pergerakan ekonomi di kota suci al-Quds khususnya di Kota Tua yang mengalami kemerosotan ekonomi.” Dia menjelaskan, “Ada pergerakan bahan pangan secara khusus, dan juga pakaian, kue-kue lebaran dan para pembeli daging serta bahan-bahan pokok lainnya pada hari raya kurban ini, namun itu tidak seperti biasanya dibandingkan dengan lebaran-lebaran di tahun-tahun sebelumnya.”

Shalah Halhuli, pedagang di pasar Atarin di Kota Tua al-Quds, mengeluhkan lemahnya pergerakan pembelian. Hal ini mendorong sebagian pedagang menutup toko mereka dan membuka kios di tempat lain. Dia menegaskan bahwa situasinya sudah tidak tertahankan dan sangat berbahaya.

Halhuli meminta para konsumen datang ke pasar-pasar Kota Tua paling tidak, meski tidak membeli. Dia mengatakan, “Lebaran-lebaran sebelumnya saya menutup toko pukul satu tengah malam. Namun sekarang saya tutup lebih awal.”

Disebutkan bahwa para pedagang daging di dalam pasar-pasar Kota Tua di al-Quds mengalami penurusan drastis, akibat kebijakan penjajah Zionis di daerah tersebut. Yang berdampak pada merosotnya situasi ekonomi para pedagang yang menutup lebih dari 90% toko dan kios mereka. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment