Israel Suplai Senjata untuk Perang Genosida terhadap Rohingya

Category: Berita 82 0

Kispa.Org (Yerussalem) Surat kabar Zionis “Ha’aretz” mengungkap bahwa otoritas penjajah Zionis masih terus menjual senjata kepada militer negara Myanmar (Burma). Kementrian militer Zionis menolak membekukan kesepakatan penjualan senjata dengan Myanmar meski militer Myanmar telah melakukan kejahatan terhadap kaum muslimin Rahingya di sana.

Dalam laporan yang ditulis oleh John Brown, Ha’aretz menegaskan meskipun kekerasan yang dilakukan meningkat Israel terus menjual senjata kepada Myanmar. “Meski diketahui kejahatan terus dilakukan oleh Myanmar, pemerintah Zionis ‘Israel’ tetap gigih menjual senjata kepada rezim di sana,” tegasnya.

Menurut Ha’aretz Jenderal Angkatan Darat Myanmar, Min Aung Hlaing, melakukan transaksi senjata dengan Israel saat melakukan kunjungan pada September 2015 ke negara penjajah Zionis. Saat itu dia bertemu dengan sejumlah pejabat Zionis Israel.

Surat kabar Zionis ini menyatakan bahwa semua pemerintah Zionis “Israel” menjual senjata ke mereka yang disebutnya sebagai resim “diktator militer di Burma sejak bertahun-tahun”.

Ha’aretz menegaskan bahwa kesepakatan transaksi senjata antara “Israel” dan Myanmar ini terjadi semakin gencar, meskipun sudah ada larangan yang diberlakukan Amerika dan Eropa, yang melarang penjualan senjata kepada rezim Myanmar.

Sejak 25 Agustus 2017, militer Myanmar melakukan pembersihan etnis (genosida) terhadap kaum muslimin Rohingya di Arakan. Menurut data dari European Council for Rohingya pada 28 Agustus lalu, jumlah kaum muslimin Rohingya yang terbunuh antara 2-3 ribu dalam serangan yang terjadi ke Arakan hanya selama tiga hari saja.

Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi pada hari Senin (4/9/2017) telah mengumumkan bahwa lebih dari 87 ribu mulim Rohingya telah meninggalkan Arakan ke Banglades akibat kejahatan yang dilakukan militer atas mereka. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment