Siapkah Israel Lakukan Pertukaran Tawanan untuk Bebaskan Serdadunya?

Category: Berita 41 0

Kispa.Org – Sekenario pertukaran tawanan pembebasan serdadu Zionis “Gilad Shalit” akan terulang kembali. Namun kali ini harga yang harus dibayar oleh entitas penjajah Zionis akan sangat besar. Hal inilah yang menjadikan entitas Zionis menunda penunjukan pejabat baru dalam negosiasi pembebasan serdadunya yang ditawan oleh gerakan Hamas. Pilihan kali ini adalah seorang perwira di dinas intelijen Shin Bet (Shabak) dengan pangkat tinggi.

Entitas Zionis kini tengah menggodok penunjukan pejabat baru yang ditugaskan untuk menangani masalah serdadu Zionis yang disandera perlawanan atau hilang, yang akan mengetuai sebuah badan di kantor PM, menggantikan ketua sebelumnya, Lior Loutan, yang mundur secara tiba-tiba, sebagai terhadap PM Zionis Benjamin Netanyahu dan Menteri Militer Avigdor Lieberman.

Pengganti yang Cocok
Situr berita intelijen Zionis “Walla” melakukan peliputan secara mendalam terkait dengan masalah ini. Kantor berita intelijen Zionis ini mengatakan bahwa calon ketua negosiator tawanan peran dan tentara yang hilang adalah seorang pejabat senior di Shin Bet. Dia adalah calon yang direkomendasikan oleh Menteri Perang Avigdor Lieberman untuk menggantikan tugas Loutan.

Pejabat senior berinisial “A” dari Shin Bet ini akan menggantikan Loutan sebagai penanggung jawab pembebasan serdadu yang disandera dan hilang dalam perang. Penunjukan ini dilakukan setelah ada kegaduhan akibat mundurnya Loutan, reaksi dan pernyataan keluarga para serdadu yang disandera, serta tuduhan-tuduhan langsung yang diarahkan kepada menteri perang secara khusus.

Saat ini “A” menjabat sebagai komandan Shin Bet di wilayah Tepi Barat dan al-Quds. Tidak lama lagi dia mengakhiri masa jabatannya dan akan ditunjuk sebagai ketua badan pembebasan sandera dan serdadu yang hilang, masalahnya tinggal menunggu persetujuan dari Netanyahu.

Dua Pilihan
Dalam wawanara dengan “Walla”, Lieberman mengatakan bahwa tekanan untuk memulangkan para serdadu yang hilang akan berdampak pada pilihan: menyerah pada tekanan atau perang. Pilihan yang ada sekarang ini untuk memulangkan para serdadu yang hilang adalah menduduki Jalur Gaza atau menyerang pada tekanan untuk melakukan pertukaran tawanan. Untuk pilihan yang lain menuntut adanya kesabatan dan membutuhkan kegigihan dan keteguhan.

Di sisi lain, belum lama ini sebanyak 500 orang melakukan demo malam-malam di di Tel Aviv. Mereka menuntut pembebasan serdadi Abraham Mangstow, yang hilang jejaknya di Jalur Gaza pada tahun 2014 lalu. Mereka menuntut pemeritnah Zionis melakukan sesuatu untuk memulangkan Abraham setelah pemerintah melupakannya di Gaza.

Ilan Mangstow, saudara kandung Abraham, mengatakan, “Sejak tiga tahun kami hidup dalam gelap dan mata kami tidak bisa tidur. Kebahagiaan telah pergi dari rumah sejak Abraham hilang. Aksi demo ini untuk menutnut pemulangannya ke rumah dari Gaza. Kami ingin mengatakan bahwa kami tidak sendirian. Lain kali kami akan mengadakan perayaan untuk pembebasan Abraham.”

Pertukaran yang Diharapkan
Para analis masalah Israel mengomentari perkembangan yang terjadi di media Zionis dengan mengatakan, bahwa dua institusi di entitas Zionis, politik dan keamanan, mengalami tekanan dan kebingungan besar setelah perang terakhir ke Jalur Gaza. Karena dampaknya masih berpengaruh pada entitas Zionis. Alasan untuk kembali melancarkan perang masih dalam analisa institusi polisik dan keamanan. Hal ini nampak jelas dari pernyataan menteri perang yang berubah-ubah dari waktu ke waktu, terutama saat berbicara tentang pemulangan para serdadu yang disandera perlawanan di Jalur Gaza.

Penunjukkan seorang pejabat senior di dinas intelijen Shin Bet Mongstow Loutan, seorang pensiunan kolonel di militer, yang dikenal terbibat dalam banya peristiwa militer besar, menunjukkan bahwa pemerintah Zionis mulai menurun secara bertahap dari sikap kerasnya setelah sebelumnya menolak menunjukan pejabat lain setelah Loutan.

Penunjukkan pejabat berinisial “A” ini dinilai sebagai kemungkinan langkah maju dalam kajian kasus-kasus tawanan Palestina yang akan dibebaskan dalam setiap pertukaran yang akan datang. Karena para komandan Shin Bet dikenal memiliki pengetahuan penuh tentang urusan para tawanan dan tahanan di entitas Zionis. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment