Israel Tolak Hentikan Penjualan Senjata ke Myanmar

Category: Berita 6 0

Kispa.Org – Pemerintah penjajah Zionis menolak menghentikan penjualan senjata ke negara Myanmar, meskipun yang disebut kedua ini telah melakukan aksi pembantaian terhadap keum muslimin Rohingya di sana.

Menurut surat kabar Zionis Ha’aretz, Kejaksaan Agung “Israel” pada hari Senin (25/9/2017) telah menyampaikan kepada  Mahkamah Agung Zionis bahwa pemerintah tidak akan menghentikan penjualan senjata ke Myanmar. Kejaksaan Agung menyerukan kepada Mahkamah Agung untuk tidak campur tangan dalam hukuman luar negeri Zionis.

Dalam edisi hari Selasa (26/9/2017), surat kabar Zionis ini mengatakan bahwa Mahkamah Agung telah membahas keberatan yang diajukan sejumlah lembaga HAM Israel yang meminta penghentian penjualan senjata ke Myanmar.

Perwakila dari Kejaksaan Agung Zionis, Shosh Shmueli, kepada Mehkamah Agung mengatakan, “Mahkamah Agung sebaiknya tidak campur tangan dalam hubungan luar negeri Israel.” Pernyataan Shosh Shmueli ini adalah mengulang sikap yang sma kementrian luar negeri Zionis yang dinyatakan pada bulan Maret 2017 lalu.

Pengacara para pemohon, Itay Mack, seperti dikutip Ha’aretz, mengatakan bahwa Uni Eropa dan PBB telah melarang penjualan senjata ke Myanmar. Dan Israel adalah satu-satunya negara yang menjual senjata ke sana.

Sejak 25 Agustus 2017 lalu militer Myanmar bersama milisi Budha melakukan pelanggaran secara meluas terhadap minoritas muslim Rohingya di Arakan. Akibatnya puluhan ribu warga Rohingya yang tidak berdosa tewas dan menjadi korban pengusiran.

PBB menyebut pelanggaran yang terjadi terhadap warga minoritas muslim ohingya ini adalah merupakan “pembersihan etnis”. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment