Serukan Mobilisasi Bebaskan Al-Quds Forum “Pionir Al-Quds” di Istanbul, Indonesia Terus Dukung Palestina

Category: Berita 13 0

Kispa,org – Istanbul

Forum Perintis Baitul Maqdis ke-9 dengan jargon “Bangsa Yang Tegas, Umat Yang Berkontribusi” resmi yang diselenggarakan oleh Aliansi Internasional untuk Solidaritas Al-Quds dan Palestina dibuka kemarin Jumat (20/10) dan akan berlangsung selama dua hari.

Ikut dalam forum internasional ini lebih dari 700 tokoh penting Arab dan Islam dari lebih 50 negara yang akan mendiskusikan sejumlah proyek yang mensuport persoalan yang dihadapi Al-Quds dan ketegaran bangsa Palestina dalam menghadapi penjajah.

Acara dibuka dengan tilawah Al-Quran dan sambutan dari Syekh Abdul Jalil Karuri, anggota pimpinan forum nasional di Sudan yang menyatakan bahwa penutupan Masjid Al-Aqsha dan pelarangan shalat di sana beberapa saat lalu adalah gempa yang menimpa bangsa Arab dan umat Islam.

Abdul Jalil menyatakan, ketegaran warga Al-Quds dan para penjaga masjid Al-Aqsha turut menjadi pendukung utama diselenggarakannya Forum Pionir Al-Quds ini agar bisa mewujudkan target forum ini. forum ini juga sudah pasti akan mendukung ketegaran mereka menghadapi yahudisasi.

Sementarara Sekjen Aliansi Solidaritas Palestina dan Al-Quds, Dr. Muhammad Aladluni menyatakan, umat berkwajiban terus membela dan menyelamatkan Masjid Al-Aqsha, mendukung warga Palestina dan berjuang membebaskan Baitul Maqdis.

Strategi Pembebasan Palestina

Sementara itu, Abdul Hamid bin Salim, ketua Gerakan Pembangunan Aljazair menyatakan, blokade terhadap sebagian negara Arab menghalangi sebagian utusan datang ke forum ini namun delegasi dari Afrika cukup memberikan harapan.

Ia menambahkan, entitas zionis mengubah “akidah” Arab Spring dan kini zionis mencoba mengepung Afrika dan berusaha menggelar forum di Togo untuk melakukan normalisasi dan memperkuat hubungan diplomasi.

Al-Quds Pemangku Peradaban

Sementara itu, aleg Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, Yasin Aqthari menyatakan, Al-Quds adalah pemangku peradaban dan semua agama. Muslim, Kristen dan Yahudi hidup di sana dan ini menjadi contoh bagi semua negeri Islam.

 

Yasin mengisyaratkan, (jika) kezhaliman terjadi di Al-Quds adalah kezhaliman bagi seluruh dunia dan jika keadilan terwujud di sana maka keadilan terwujud di dunia, pembebasan di sana adalah pembebasan dunia. Persoalan Palestina dan kezhaliman yang menimpa muslim Rohingya menjadi tanggungjawab umat Islam di seluruh dunia.

Karena itu, anggota parlemen Turki, Nurudin Nabati menyatakan, kita di sini bicara tentang semua persoalan umat islam dan mencari strategi menyelesaikannya. Namun Al-Quds tetap masih menjadi luka yang masih berdarah sementara kedudukannya bersanding dengan Ka’bah, kiblat umat Islam, tandasnya.

“Al-Quds milik kita, Al-Aqsha milik kita, kita semua merasa sediih setiap hari atas kejadian di sana. Saat ke sana, saya melihat dengan rasa sedih di setiap sisinya.” Tegas Nurudin. Karena itu, kita perlu bersatu menghadapi penjajah Israel ini dan sudah saatnya kita shalat di masjid Al-Aqsha.

Dukungan dari Indonesia

Juru bicara utusan Indonesia yang hadir dalam Forum Pionir Al-Quds ke-9, Abdul Aziz Abdur Rauf menyatakan, persoalan Palestina dan Al-Quds adalah prioritas utama rakyat Indonesia.  “Lentara Al-Aqsha tak akan padam, dan kami berharap bisa berkontribusi dalam membebaskannya. Sebab Indonesia ingin menjadi bagian dari umat Islam dalam persoalan Palestina dan akan tetap memberikan dukungan sampai merdeka”, Tukas sosok yang dikenal sebagai pencinta Al-Quran ini.

aleg Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, Yasin Aqthari
aleg Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, Yasin Aqthari

Sementara itu, pimpinan utama gerakan Kebangkitan Islam dari Tunis, Syekh Abdul Fattah Maro menyatakan kebahagiaannya ikut dalam forum ini dan menyampaikan terimakasihnya terhadap penyelenggara dalam rangka membela Al-Quds dan Palestina, terutama kepada Turki.

Menurutnya, semua yang terjadi bertujuan memarginalkan persoalan Palestina dan memberikan keluasaan terhadap Israel menguasai penuh Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds. namun terbukti rakyat Palestina mampu mematahkan konspirasi ini terutama terhadap masjid Al-Aqsha. (pip/aa)

Related Articles

Add Comment