Gerbang Al-Aqsha, 10 Dibuka 5 Ditutup

Category: Berita 4 0

-1676612841Kispa.org – Al Quds

Masjid Al-Aqsha memiliki 15 pintu masuk, 10 di antaranya dibuka dan lima lainnya ditutup Israel. 10 pintu yang ditutup adalah Al-Asbath, Khuttah, Al-Atam, ketiganya terletak di sisi utara masjid, Al-Magharibah, Al-Ghawanimah, An-Nadhir, Al-Hadid, Al-Muthaharah, Al-Qanathin, Al-Silsilah; ketujuh pintu ini ada di sisi barat masjid dan semuanya dibuka untuk masuknya jamaah shalat umat islam kecuali Al-Magharibah yang kunci-kuncinya disita paksa Israel pada tahun 1967 dan melarang umat Islam masuk melalui pintu ini.

Sementara pintu-pintu yang ditutup selain Al-Maghribah adalah; pintu Tsulatsi, Al-Muzawwad, Al-Mufrad, Al-Rahmah, Al-Janaiz yang terletak di pagar tembok sisi selatan dan timur Al-Aqsha kecuali Mufrad yang tidak memiliki bekas sebagai pintu masuk karena dirusak Israel.

Berikut sekilas sejarah 10 pintu masuk Al-Aqsha;

–          Al-Asbath (Dibangun di era Al-Ayyubi)

Terletak di bagian pagar utara masjid sebagai pintu utama jamaah shalat (sejak Israel menutup Al-Maghraibah di bagian barat masjid) terutama bagi mereka  yang dari luar Al-Quds).

Pintu masuk Al-Asbath juga dikenal dengan pintu Siti Maryam karena dekat gereja Al-Qadisah Hana yang diyakini sebagai tempat kelahiran Maryam dan itu menjadi sekolah Shalahiyah.

Gerbangnya melengkung dengan ketinggian 4 meter yang dipugar di masa Al-Ayyubiah di masa Sultan Malik Isa Muadzham pada 610 H kemudian di masa Mamluk dan Utsmani kemudian pada 1817 M.

Ini menjadi satu-satunya pintu untuk kendaraan ambulan ke masjid Al-Aqsha pada saat darurat karena pintu paling luas. Di pintu pernah terjadi berkalo-kali peristiwa bentrokan dan pembantaian yang dilakukan Israel di tahun 1990, 1996, dan 2000.

–          Pintu Al-Khuttah (Al-Ayyubi dan Utsmani)
Terletak di utara Masjid Al-Aqsha, antara pintu Asbath dan pintu Faishal dan menjadi pintu paling tua namun tidak diketahui kapan dibangun tepatnya namun diperbarui pada masa Ayyubi dan lainnya Utsmani.

Saat ini pintu ini hanya dibuka pada shalat magrib, isya, subuh saja.

–          Pintu Raja Faishal (Al-Atam, Di Era Al-Ayubi)
Terletak di sisi utara masjid dan diperbarui pada era Al-Ayyubi tahun 610 H dan di jaman Raja Syarafuddin Isa. Pintu juga dikenal dengan pintu Syaraf Anbiya, Raja Faishal karena pernah dikunjung Faishal, Raja Irak saat berkunjung ke Al-Aqsha dan Dewan Islam Tinggi menyerukan agar diberi nama tersebut untuk mengenangnya karena berdonatur untuk memamkmurkan masjid ini.

–          Pintu Al-Ghawanimah (era Mamluki)
Di sisi barat dan hanya pintu kecil yang juga disebut pintu Durj Ghawanimah dan Bani Ghanim yang merupakan sebuah keluarga yang diyakini pernah datang ke sana bersama Shalahuddin Al-Ayyubi. Juga disebut pintu Al-Khalil Ibrahim sebagai penghormatan.

Dibangun di masa Umaiyah yang dikenal juga dengan pintu Al-Qalid bin Abdul Malik dan dipugar pada 707 H di masa Sultan Mamluk Nashir Muhammad bin Qalawun.

–          Pintu An-Nadhir (era Mamluki)
Ini pintu di bagian barat di pagar Al-Aqsha dan sangat besar dan kokoh dengan cela masuk memanjang dengan ketinggian 4,5 dan dipugar pada masa Raja Al-Muadzam Isa tahun 600 H/1203 M. nama terkenalnya saat ini seperti itu dinisbatkan kepada Nadhir (wakaf) Dua Tempat Suci di Saudi dan terhadap dua tempat suci di Palestina Al-Aqsha dan Masjid Ibrahimi.

Ini menjadi salah satu dari tiga masjid Al-Aqsha yang tidak dibuka bagi jamaah shalat pada Magrib, Isya dan subuh sejak Israel menjajahnya.

Pintu Al-Hadid (masa Mamluki)
Pintu yang kokoh dengan jalan masuk kecil memanjang terletak di barat masjid antara pintu Nadhir dan Qathanin dan disebut juga dengan pintu Argon, berasal dari bahasa Turki yang artinya Besi (Al-Hadid) yang dinisbatkan kepada Emir Mamluki Argon Kamili yang memugarnya antara tahun 775 – 758 H/1354 – 1357 M.

–          Pintu Qathanin (masa Mamluki)
Terletak di sisi barat masjid, antara pintu Al-Hadid dan Muthoharah. Dipugar di masa Mamluki dan menjadi pintu paling indah bagi masjid Al-Aqsha karena dihias dengan muqarnas (ceruk dengan hiasan unik) dari atas dengan ornament indah milik sarang lebah.

–          Pintu Muthaharah (Al-Ayyubi)
Dekat pintu Qathanin antara ribath zamani dari sisi utara dan sekolah Utsmaniah sebelah selatan. Kedua tempat ini dimakmurkan sampai sekarang oleh keluarga Al-Quds dengan celah masuk memanjang dengan ketinggian 3,5 meter dan dipugar di masa Amir Mamluki Alauddin Bashiri tahun 666 H / 1266 M.

Dikenal dengan pintu Mutawadhi karena ada tempat wudhu di sana. Ini satu-satunya yang tidak langsung ke jalan raja dan gang-gang Kota Tua namun ada jalan khusus setelah itu sejauh 50 meter ke dalam.

Dibangun pada masa Sultan Ayyuni Adil Abu Bakr Ayyub. Menurut riwayat, yang membangun adalah Raja Agung Isa Ayyubi dan dipugar di pasar Aladuin Bashiri di masa Mamluki dan diperbarui pasa masa Wakaf Islam di tahun 1980 an. Ini gerbang khusus pintu masuk kaum laki-lak.

–          Pintu Silsilah (Masa Ayyubi)
Terletak di bagian selatan pagar masjid Al-Aqsha dan dibangun di masa Ayuubi dan dibangun ulang pada 600 H/1200 M.

Ini salah satu dari tiga pintu masjid yang dibuka bagi jamaah shalat untuk menjalankan shalat Magrib, isya, dan subuh saja sejak Israel menjajahnya tahun 1967.

–          Pintu Al-Magharibah (Masa Mamluki)
Pintu paling penting dan tua di masjid Al-Aqsha terletak di pagar tembok sebelah barat dekat tembok Al-Barraq dengan jalan masuk melengkung. Dikenal dengan pintu Al-Barraq dan diyakini di sana Nabi masuk masjid Al-Aqsha saat Isra dan Miraj. Sejarawan meyakini bahwa Umar bin Khattab masih dari sana saat ditaklukkan.

Dibangun ulang pada masa Sultan Mamluki Nashir Muhammad bin Qalawan tahun 713 H/1313 M disebut demikian karena dekat dengan perkampungan para mujahidin dari Maroko (Magharibah) yang datang bersama Shalahuddin Al-Ayyubi.

Ini satu-satunya pintu yang dibuka buat umat islam dan kuncinya disita Israel sejak dijajah di tahun 1967. Ini pintu khusus untuk selain muslim dan digunakan masuknya penggerebekan warga pemukim. (pip/aa)

 

Related Articles

Add Comment