Dua Sekolah Baru Palestina dalam Radar Target Israel

Category: Berita 4 0

Kispa.Org (Al-Quds) Dua buah sekolah baru Palestina di Tepi Barat yang dibiayai oleh pemerintah-pemerintah Eropa terancam disegel dan dihancurkan oleh penjajah Zionis. Pengadilan Zionis telah memerintahkan para siswa untuk tidak hadir ke sekolah tersebut.

Dua sekolah baru ini dibangun di Wadi al-Sik dan al-Mentar selama tahun lalu yang didanai oleh Eropa. Koresponden kami menjelaskan bahwa kedua sekolah tersebut sudah menjadi subyek proses peradilan Zionis, yang dapat menyebabkan penyegelan dan penghancuran keduanya.

Kate Urwerki, direktur Norwegian Refugee Council di Palestina, mengatakan, “Sekali lagi, anak-anak Palestina menghadapi kemungkinan yang mengejutkan saat pergi ke sekolah dan mendapati sekolahnya sudah tidak ada.”

Dia melanjutkan, “Kita harus bertanya sekali lagi: mengapa anak-anak Palestina diharamkan mendaptkan hak dasar mereka dalam pendidikan? Serangan pada sekolah-sekolah ini adalah bagian dari kampanye luas untuk memindahkan komunitas-komunitas Palestina di Tepi Barat dan al-Quds timur dengan paksa, yang bertujuan untuk menciptakan area bagi perluasan permukiman Yahudi ilegal dan liar.”

Kepala sekolah al-Mentar Wassam Mar’i juga mengatakan, “Apabila sekolah ini dihancurkan, maka mayoritas anak-anak akan mengalmi putus sekolah.”

Salah seorang perwakilan warga yang anaknya sekolah di sekolah tersebut, Abu Hasan, mengatakan, “Mereka tidak memiliki tempat lain untuk belajar di komunitas kami ini. Dengan sekolah ini anak-anak kami bisa belajar tanpa terpaksa meninggalkan masyarakat kami dan tidak terpaksa menggunakan jalan-jalan yang penuh bahaya deka permukiman-permukiman Yahudi.”

Masing-masing dari kedua sekolah ini saat ini menampung 100 siswa. Diperkirakan jumlahnya akan bertambah pada Februari 2018. Sekolah ini adalah layanan dasar bagi masyarakat. Ada halangan yang mencegah anak-anak ke sekolah dasar terdekat, karena sekolah tersebut dekat dengan permukiman Yahudi dan tidak ada infrastruktur yang memadai.

Sebelumnya, masih di tahun 2017, penjajah Zionis telah menghancurkan tiga buah sekolah lain, yang dibangun atas bantuan internasional. Ini terjadi sebelum anak-anak kembali sekolah pasca liburan musim panas tahun ini.

Norwegian Refugee Council di Palestina mengatakan, “Lebih dari 60 sekolah di Tepi Barat saat ini dalam bahaya penghancuran. Anak-anak di sekolah-sekolah Tepi Barat mengalami serangan atas hak pendidikan mereka. Pada paruh pertama tahun 2017, telah terdokumentasikan 93 peristiwa berkaitan dengan pendidikan mencakup 13.906 siswa di Tepi Barat. Termasuk di antaranya adalah penembakan gas air mata dan meriam suara ke arah para siswa yang sedang dalam perjalanan ke sekolah atau dari sekolah. Selain penangkapan anak-anak saat mereka masih di bangku sekolah dan melakukan pelecehan pada mereka di pos-pos pemeriksaan. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment