Negara Teluk Tolak Normalisasi Dengan Israel

Category: Berita 13 0

kispa.org – Gerakan boikot Israel di negara-negara Teluk (BDS Golf) pada Jumat (18/11) menggelar konferensi di Kuwait untuk melawan normalisasi dengan Israel, di bawah naungan Presiden Majelis Nasional Kuwait Marzouk Ghanim.

Dalam koferensi yang bertema “Perlawanan terhadap Normalisasi di Teluk Arab” dan merupakan negara Teluk pertama yang melangsungkan pertemuan sehari penuh dihadiri puluhan aktivis negara-negara Teluk semisal Dr. Dana El-Kurd, Ghada Abdel Rahman, Hadil Kamal El-Din, Dr. Talal El-Rashoud, Al-Kharraz, Ahmed Abdul Amir, Mashari Al-Ibrahim, Israa Al-Muftah, Abdullah Al-Awda dan Khalil Bou Hazza. Mereka semua telah menyiapkan makalah khusus untuk dibahas dalam konferensi tersebut.

Pada sesi pertama, makalah yang dipresentasikan berkaitan dengan bentuk normalisasi dan standardisasi penentangannya serta bahaya-bahaya dari normalisasi tersebut. Tiga makalah yang dibahas mengenai bahaya normalisasi dengan Israel, normalisasi budaya, pemantauan terhadap gerakan dan wacana normalisasi di kawasan Teluk dan aspek hukum normalisasi serta perlawanannya.

Pada sesi kedua, dibahas serangkaian makalah yang mengulas pengalaman boikot rakyat di negara-negara dari sisi historis dan perkembangan terbarunya. Sementara sesi ketiga dan terakhir membahas “Strategi boikot, konsep dan pengaruhnya”. Dalam kesempatan ini ada tiga makalah yang dibahas mengenai strategi provinsi di Afrika Selatan, gerakan mahasiswa di Amerika dan masalah Palestina, pelanggaran hak-hak Zionis terhadap hak-hak pekerja Palestina.

Konferensi yang dihadiri tokoh-tokoh, aktivis Teluk dan Arab ditujukan untuk mendukung perjuangan Palestina, untuk meningkatkan kesadaran akan bahayanya normalisasi serta mengintensifkan kampanye pemboikotan “Israel” secara sistematis.

Koordinator media konferensi tersebut, Khalil Buhzaza dalam konferensi persnya mengatakan, “Konferensi ini diadakan berdasarkan konsensus Palestina bulan Mei antara BDS Kuwait dengan pemuda anti normalisasi di Qatar dan Masyarakat Bahrain tolak normalisasi.

Namun mereka menekankan, konferensi ini tidak terlepas dari pergerakan tingkat resmi di beberapa negara Teluk belakangan ini untuk menjadi tuan rumah delegasi Israel atau mengatasinya menghadapinya mempromosikan normalisasi dengan Israel dengan dalih kegiatan olahraga, budaya atau akademis, katanya.

Kepala Staf militer Zionis, Jenderal Gadi Eisenkot dalam wawancara dalam hal ini di media Arab Saudi mengatakan, Israel melakukan tukar menukar informasi dan data intelijen bersama Israel yang disebutkannya sebagai Negara Arab Netral dalam menghadapi Iran. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment