Israel Ubah Situs Bersejarah Al-Quds Jadi Koloni Permukiman

Category: Berita 7 0

Kispa.Org (Al-Quds) Surat kabar Haaretz Rabu (29/11) melaporkan, komite perencanaan dan pembangunan kota Israel hari ini akan memberikan persetujuan terhadap pembangunan puluhan apartemen permukiman di lokasi bersejarah Abu Tor, Al-Quds Timur. Proyek ini disinyalir akan mengancam land Skeep sejarah di Kota Tua, terutama di atas bukit Abu Tor yang menghadap ke Kota Tua.

Dia menunjukkan, situs tersebut merupakan wilayah suci bagi umat Islam dan Kristen yang sangat sensitif dan memiliki kepekaan terhadap pemandangan sejarah dan arkeologi yang luar biasa di dunia. Sebelumnya Paus Yunani Theophilus menjual sebuah bangunan di wilayah Abu Tor kepada  seorang pengusaha filantropis Yahudi AS, Michael Steinhardt dan pengusaha Yahudi Inggris David Sofer yang sudah memulai rencana pembangunannya.

Dia menunjukkan, rencana tersebut telah memprovokasi kelompok oposisi dari kalangan penduduk daerah, terutama orang-orang Kristen dan juga para penentang Patriark Ortodoks Yunani yang menjual tanah tersebut kepada kaum pebisnis. Ia mengatakan,”Masih ada sisa-sisa arkeologi di daerah itu juga sejumlah gereja dan vihara Abu Tor yang telah ada sejak Perang Dunia Kedua, katanya.

Dia menjelaskan, dokumen rencana tersebut menunjukkan, dua bangunan besar dan tiga bangunan kecil akan dibangun di lokasi tersebut, dengan total 61 apartemen mewah. Menurut Haaretz, bangunan itu terdiri enam lantai, meski para pengembang menyetujui permintaan kantor perencanaan kotamadya untuk mengurangi bangunan hingga empat lantai saja, mencakup taman umum dan fasilitas terbuka sekitar wilayah bukit.

Koran ini mempertanyakan, bagaimana tanah itu dijual dari Patriark, padahal areal tersebut merupakan tempat suci dan arkeologis yang penting, kata Uday al-Bagali, anggota Komite Sentral Orthodox. Laporan terbaru mengungkapkan, Patriark menjual komunitas Yahudi dan pengusaha ribuan acre  bersama puluhan properti lainya di berbagai lokasi di Al-Quds terjajah dan Tepi Barat juga wilayah-wilayah jajahan tahun 1948 serta beberapa di lokasi sensitif dan dengan harga sangat murah. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment