Mufti Agung Al Quds: Jika Diakui Sebagai Ibukota Israel, Al-Quds Jadi Kawasan Perang

Category: Berita 38 0

kispa.org – Sheikh Mohammed Hussein, Mufti Agung Al-Quds memperingatkan bahaya dari langkah pemerintah Amerika Serikat yang akan mengakui Al-Quds sebagai ibu kota negara Israel.

Pernyataan ini diungkapkan Husein, Ahad (3-12) dalam konferensi persnya. Ia mengatakan, ada kabar pemerintah AS yang bermaksud memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Al-Quds dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel, jika terjadi maka tidak bukan hanya penganiayaan terhadap bangsa Palestina sendiri, tetapi juga secara terang-terangan telah melukai bangsa Arab dan Muslim di seluruh dunia.

Dia menekankan, undang-undang untuk memindahkan kedutaan AS ke Al-Quds adalah ilegal dan melanggar konvensi dan perjanjian internasional yang menganggap Al-Quds sebagai wilayah jajahan. Ia juga menekankan, tindakan ini tidak akan menghasilkan perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut, sebaliknya akan membawanya ke momok perang, kekacauan dan ketidakstabilan.

Ia juga menambahkan, warga Al-Quds, bangsa Palestina, Arab dan semua Muslim tidak akan menerima langkah ini. Mereka akan melakukan apapun yang berharga untuk membela wajahnya.

“Amerika Serikat berusaha menyingkirkan Palestina dalam keputusannya kemarin, sebaliknya tidak memperpanjang perpanjangan kelanjutan kantor PLO di Washington. Dia menunjukkan bahwa bencana di darat dan orang-orang Palestina terus berlanjut, dari Deklarasi Balfour yang telah membuat tanah jajahan dengan dinding apartheidnya, pemukiman yang menelan tanah dan populasi yang tidak bersenjata yang menyebabkan malapetaka, memindahkan kedutaan besar Amerika ke Al-Quds dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel”.

Dia meminta para pemimpin Arab dan Muslim, masyarakat dunia, para cendekiawan serta orang-orang terhormat dan yang mencintai perdamaian di dunia, untuk bersikap mendukung Palestina dan menolak kecenderungan Amerika ini, yang membuat daerah dan keamanan tidak stabil. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment