Haniya Telepon Erdogan Bahas Kebijakan AS Soal Al-Quds

Category: Berita 44 0

kispa.org – Ketua biro Politik Hamas, Ismail Haniyah terus mengadakan serangkaian kontak dan konsultasi dengan para pemimpin dunia untuk membahas dampak kebijakan pemerintah Amerika yang berbahaya dengan mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel dan berniat memindahkan kebubesnya ke kota tersebut..

Dalam pernyataanya dari kantor Haniyah yang dilansir Pusat Informasi Palestina (PIP) melaporkan, pada hari Senin (4/12) kepala biro politik Hamas menelepon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mengungkapkan kekhawatiranya terkait nasib Al-Quds.

Haniyah menyerukan pentingnya negara-negara Islam membahas perkembangan terbaru dalam masalah ini secara serius. Dia menambahkan isu Al-Quds adalah elemen terpenting dalam konsensus dan keprihatinan negara-negara Islam, terutama Presiden Erdogan yang memiliki kedudukan dan kepedulian secara regional maupun internasional, juga di negara-negara Arab ataupun Islam.

Haniya menganggap kebijakan Amerika ini sangat berbahaya, dari dua dimensi. Pertama, membiarkan penjajah Israel merebut Al-Quds dan melakukan Yahudisasi di sana. Kedua, bisa jadi kebijakan AS tersebut merupakan bagian dari apa yang disebut  sebagai “Kesepakatan Seabad” yang ditujukan untuk melikuidasi negara Palestina.

Haniyah menekankan, pilihan rakyat Palestina sangat terbuka dalam menanggapi keputusan ini.

Di pihak lain, Erdogan mengungkapkan, dirinya sangat konsen dengan isu Al-Quds. Ia sangat semangat untuk berperan aktif dalam menyelesaikan masalah ini. Melalui sambungan teleponnya ia mengatakan, “Pihaknya akan membuat serangkaian langkah untuk mendesak diadakannya pertemuan puncak Islam membahas masalah ini. Ia juga akan menelepon Donald Trump, presiden Amerika agar tidak mengambil langkah tersebut. Ia juga akan menjelaskan tentang akibat yang akan diterima AS jika jadi melakukan rancangannya”.

Dalam kaitan ini, Haniyah memuji langkah-langkah yang akan diambil Turki. Selain itu, Haniya juga menceritakan  tentang perkembangan rekonsiliasi terakhir antara Fatah dan Hamas di Mesir. Ia menegaskan tentang kepatuhan gerakannya dalam mencapai persatuan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan serius yang dihadapi Palestina secara umum dan isu Al-Quds khususnya. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment