Haniyah Peringatkan Langkah-langkah Baru Amerika Atas al-Quds

Category: Berita 37 0

Kispa.org (Gaza) Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Ismail Haniyah mengungkap adanya informasi yang mengisyaratkan bahwa pemerintah Amerika bisa jadi mengajukan resolusi-resolusi baru berkaitan dengan kota al-Quds selama bebereapa waktu mendatang. Hal tersebut disampaikan Haniyah dalam seminar ilmiah al-Quds yang ke-11 di kota Gaza, Sabtu (23/12/2017), dengan mengangkat tema: Dimensi Startefis Isu al-Quds dan Mekanisme Membangkitkan Umat untuk Membelanya.

Dia menegaskan telah mendapatkan informasi bahwa pemerintah Amerika bisa jadi mengajukan resolusi-resolusi baru dalam masalah al-Quds. Di antaranya adalah resolusi yang bisa mengakui keyahudian negara penjajah Zionis dan penghapusan hak kembali pengungsi Palestina. Dia mengingatkan bahwa semua ini merupakan petuntuk “Deal of The Century” atau istilah lainnya “tamparan abad ini” bagi siapa saja yang bergantung kepada pemerintah Amerika.

Haniyah mengatakan, “Kami tidak mengatakan Palestina adalah Tepi Barat, Jalur Gaza dan perbatasan tahun 1967. Namun Palestina adalah seluruh tanah historis dari laut, sungai, al-Quds tunggal, tidak ada timur dan barat, namun al-Quds ibukota abadi negara Palestina.”

Dia menjelaskan bahwa al-Quds adalah simbol isu Palestina. Dia menegaskan, “Antara kita dan penjajah Zionis ada pertempuran sengat atas simbol ini.” Dia menambahkan, “Kami komitmen bahwa al-Quds adalah simbol dan identitas bagi semua petunjuk-petunjuk yang kita kenal secara religius dan historis pada saat ini dan yang akan datang.”

Haniyah mengatakan, “Al-Quds adalah ibukota politik bagi negara Palestina, ibukota religius bagi semua muslim di dunia ini. Karena itu, yang kita saksikan hari ini bukanlah intifadhah Palestina sematan. Namun intifadhah global sampai kepada semua komponen umat dan negara-negara yang memiliki nurani bebas, yang bersuara tidak kepada keputusan Trump.”

Kepala Biro Politik Hamas ini menegaskan bahwa bangsa Arab dan umat Islam tidak mungkin melepaskan al-Quds karena kondisi apapun. Mereka telah melawan dan berjuang sepanjang sejarah dan menyiapkan pasukan untuk pembebasan masjid al-Aqsha dan al-Quds.

Haniyah memperingatkan bahwa al-Quds akan menjatuhkan setiap orang yang melakukan konspirasi atasnya. “Al-Quds akan menjatukan siapa saja yang berkomplot melawannya, yang mengabaikannya atau menegosiasikannya. Sepanjang sejarahnya, al-Quds menjatuhkan semua konspirasi. Setiap kali bangsa ini merasakan sempitnya transformasi, al-Quds menjadi penyelamat bangsa ini.” (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment