Israel Perpanjang Penahanan Ahed Tamimi dan Ibunya

Category: Berita 28 0

-1689856303Kispa – Ramallah

Pengadilan militer Zionis “Ofer” pada Kamis (28/12/2017) malam memutuskan untuk memperpanjang penahanan bocah gadis Palestina Ahed Tamimi (17) dan ibunya (40) selama lima hari ke depan dengan dalih untuk melengkali berkas penyelidikan.

Sebelumnya pengacara keluarga Tamimi telah mengajukan keberatan atas perpanjangan penahanan Ahed Tamimi, ibunya “Nariman” dan sepupunya Nur Tamimi. Namun pengadilan penjajah Zionis menolaknya dan hanya menyetujui pembebasan Nur Tamimi selam 48 jam dengan jaminan 5 ribu shekel (1400 dolar), sampai dilanjutkan pengadilannya.

Penuntut militer Zionis menetapkan tuntutan atas Ahed Tamimi dengan tuduhan telah melakukan pelemparan batu pada serdadu Zionis, ikut dalam demo dan menghalangi kerja serdadu Zionis, mencaci dan meludahi serdadu Zionis pada 2 Desember lalu. Dia juga dituduh ikut dalam aksi-aksi demo dan menyerang komandan militer dan penjaga perbatasan serta memukul dan mencari serdadu Zionis pada 5 Desember lalu. Selain itu juga ikut dalam demo dan pelemparan batu ke arah serdadu penjajah Zionis, menggunakan ketepel dan memprovokasi untuk berlanjutnya demonstrasi pada 1 April 2016 dan menghalangi penangkapan salah seorang demonstran pada 27 Mei 2017.

Pasukan penjajah Zionis menangkap Ahed Tamimi pada 19 Desember 2017 lalu, empat hari setelah menampar serdadu Zionis saat pasukan Zionis menyerbu rumah keluarganya di desa Nabi Saleh di Tepi Barat dan melukai keluarganya yang masih bocah “Muhammad Tamimi” dengan tembakan peluru karet di kepanya hingga tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit. Saat ini Muhammad Tamimi masih berada di ruang perawatan ICU. Pasukan penjajah Zionis juga menangkap ibunya dan sepupunya.

Pengacara keluarga Ahed mengatakan, “Pasukan penjajah Zionis menangkap Ahed setelah beredar potongan video di media sosial, yakni empat hari setelah kejadian, yang membuktikan Ahed bersama ibu dan sepupunya diburu dan dikejar-kejar sebagai pelampiasan dendam karena telah “menghancurkan prestise tentara Israel”, sebagaimana diungkapkan kelompok kanan Zionis, di mana seluruh negara Zionis terguncang akibat sebuah tamparan ke wajah serdadu Zionis, yang saat itu bersama para serdadu lainnya menyerbu desa dan melukai keluarga Ahed dengan tembakan peluru karet di kepanya.”

Pengacara menambahkan, “Yang dilakukan Ahed adalah penampar wajah penjajah Zionis dan kami meneriakkan kembali apa yang diteriakkan Ahed di dalam ruang pengadilan “pergilah wahai penjajah”.

Seperti diungkapkan ayah Ahed Tamini, Basem Tamimi, kepada Pusat Informasi Palestina, lebih dari 20 patroli (jip) pasukan Zionis dikerahkan untuk menangkap gadis kecilnya pada saat-saat menjelang akhir malam di desa Nabi Shaleh di barat kota Ramallah, wilayah tengah Tepi Barat.

Saat ini ada 421 anak Palestina di bawah umur yang mendekam di penjara-penjara penjajah Zionis, 11 di antaranya adalah perempuan. Demikian menurut Pusat Studi Tawanan Palestina. (aa/was/pip)

Related Articles

Add Comment